DEMAK|Jejakkasusindonesianews.com – Keputusan mengejutkan datang dari jajaran pengurus DPD, DPC, hingga ranting PWI LS di Kabupaten Demak. Dalam suasana hening malam Ramadan, para pengurus tersebut secara resmi menyatakan pengunduran diri secara massal dari organisasi PWI LS.
Pernyataan pengunduran diri tersebut disampaikan pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di Sekretariat PWI LS yang berlokasi di Jalan Ki Godek, Bulusari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Keputusan mundur secara kolektif ini diambil setelah melalui proses panjang serta berbagai pertimbangan internal. Para pengurus menyatakan adanya perbedaan mendasar terkait visi, misi, serta tata kelola organisasi dengan pengurus pusat.
Selama ini, para pengurus di tingkat kabupaten, kecamatan hingga ranting mengaku telah berupaya maksimal dalam membesarkan organisasi PWI LS di Kabupaten Demak. Namun demikian, perbedaan pandangan yang tidak dapat dijembatani membuat mereka akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri secara bersama-sama.
Usai menyatakan pengunduran diri, para pengurus tersebut langsung mendeklarasikan wadah organisasi baru bernama Pergerakan Walisongo Demak Bintoro, yang disingkat PWI Demak Bintoro.
Organisasi ini disebut terinspirasi dari perjuangan para Walisongo dalam menyebarkan ajaran Islam di Nusantara dengan pendekatan yang santun, damai, dan melalui akulturasi budaya. Metode tersebut dinilai berhasil membangun peradaban hingga melahirkan Kesultanan Demak yang membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat pada masanya.
“Alhamdulillah, setelah kami mundur dari PWI LS, kami akan terus bergerak melanjutkan semangat ajaran Walisongo melalui wadah baru, yaitu PWI Demak Bintoro,” ujar salah satu pengurus yang turut menyatakan pengunduran diri.
Melalui organisasi baru tersebut, mereka berkomitmen untuk terus berjuang dalam berbagai bidang, seperti pemberdayaan ekonomi, kesehatan, sosial, budaya hingga politik masyarakat.
Para pengurus juga mengajak masyarakat, khususnya warga Demak Bintoro, untuk bergabung dalam wadah baru tersebut guna bersama-sama membangun kesejahteraan masyarakat.
Mereka menegaskan bahwa semangat perjuangan yang diusung terinspirasi dari nilai-nilai perjuangan tokoh-tokoh besar seperti Sunan Kalijaga dan Sultan Fatah yang pernah membawa kejayaan bagi Kesultanan Demak.
Deklarasi Pergerakan Walisongo Demak Bintoro dilaksanakan pada waktu yang dianggap sakral, yakni pada Minggu, 15 Maret 2026 pukul 01.00 WIB di bulan suci Ramadan, yang diyakini sebagai momentum penuh keberkahan.
Kepada awak media, KH. Nurul Muttaqin, S.H.I., M.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD PWI LS Demak Bintoro, secara resmi menyampaikan pernyataan pengunduran diri bersama jajaran pengurus kabupaten, kecamatan, hingga ranting.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga idealisme organisasi serta melanjutkan perjuangan melalui wadah baru.
“Dengan ini kami menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan Kabupaten, Kecamatan, dan Ranting PWI LS terhitung sejak 15 Maret 2026,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat Demak Bintoro serta seluruh masyarakat Nusantara untuk bergabung dengan PWI Demak Bintoro yang akan berfokus pada pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam berbagai bidang.
Menurutnya, gerakan tersebut diharapkan mampu berkontribusi dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045 dengan meneladani metode dakwah dan perjuangan para Walisongo.
“Semoga langkah baru ini dapat membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Demak Bintoro khususnya, serta masyarakat Nusantara pada umumnya,” pungkasnya.
(Agus Romadhon )






