Mafia Solar Subsidi Terkuak! Pengeroyokan Dua Warga PSHT Berujung Penyitaan Armada di Polsek Tengaran

redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN SEMARANG | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Kasus pengeroyokan terhadap dua warga berujung terbongkarnya dugaan praktik mafia BBM subsidi di wilayah Tengaran, Kabupaten Semarang. Dua unit mobil yang diduga mengangkut Solar subsidi ilegal kini diamankan di Mapolsek Tengaran setelah insiden kekerasan yang menimpa dua anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/03/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di wilayah Kecamatan Tengaran. Dua korban berinisial W dan N yang tengah mengendarai sepeda motor diduga menjadi korban pengeroyokan oleh kru armada pengangkut BBM jenis Solar subsidi.
Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban yang melintas di jalan wilayah Tengaran tiba-tiba dipepet secara kasar oleh sebuah truk. Truk tersebut diduga merupakan armada pengangkut Solar subsidi yang tengah melakukan aktivitas “ngangsu”, yakni mengumpulkan BBM subsidi dari beberapa SPBU untuk kemudian diperjualbelikan kembali secara ilegal.

Situasi memanas ketika terjadi adu argumen di lokasi. Bukannya mereda, beberapa orang dari kru armada tersebut justru diduga melakukan tindakan pengeroyokan terhadap kedua korban.

Akibat kejadian itu, korban W dan N mengalami luka-luka dan segera menjalani visum sebagai bagian dari laporan resmi ke Polsek Tengaran.
Dugaan Praktik Mafia BBM Terbongkar
Insiden pengeroyokan tersebut justru membuka dugaan praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut. Aparat kepolisian mengamankan dua unit mobil yang diduga mengangkut ribuan liter Solar subsidi hasil aktivitas “ngangsu.

Dari keterangan yang beredar di lapangan, dua pengemudi armada berinisial TI dan UC disebut-sebut bekerja untuk seorang pemilik armada berinisial ADM yang diduga mengendalikan operasi pengangkutan Solar subsidi dari wilayah Kota Semarang.

Selain itu, muncul pula nama seorang oknum berinisial J yang diduga berperan melakukan pengamanan atau “bekap” terhadap aktivitas pengangkutan BBM tersebut. Saat dikonfirmasi secara informal, J mengaku hanya membantu mengamankan kegiatan armada tersebut.

Massa PSHT Datangi Polsek Tengaran
Pasca kejadian, puluhan anggota PSHT mendatangi Mapolsek Tengaran untuk mengawal proses hukum. Mereka menuntut agar kasus pengeroyokan tersebut diproses secara tegas serta meminta aparat mengusut tuntas dugaan praktik mafia Solar subsidi.

“Kami menuntut pelaku pengeroyokan ditindak tegas. Selain itu, praktik pengangkutan Solar subsidi ilegal ini juga harus diusut sampai ke aktor utamanya,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi Mapolsek Tengaran.

Polisi Amankan Barang Bukti
Saat ini dua unit mobil yang diduga digunakan untuk mengangkut Solar subsidi ilegal telah diamankan di Mapolsek Tengaran sebagai barang bukti. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum memberikan keterangan resmi secara lengkap terkait status hukum para pihak yang terlibat.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi BBM subsidi ilegal yang lebih besar di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Warga juga meminta proses penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tegas, agar tidak ada kesan hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas.(YT/Red]

Loading

Berita Terkait

Galian C Kali Petung Batang Jadi Sorotan, Warga Keluhkan Debu dan Pertanyakan Legalitas
Aktivitas Galian C di Perbatasan Sembung–Kalibalik Batang Dikeluhkan Warga, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Penataan Lahan PT GMS di Pringapus Dipertanyakan, Dugaan Belum Berizin Mencuat
Aksi Blokade Jalan dan Bawa Sajam Viral, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
DIDUGA BEROPERASI TANPA IZIN, TAMBANG GALIAN C DI CEPOGO TERUS BERAKTIVITAS; WARGA MINTA PENEGAKAN HUKUM TEGAS
Aktivitas Tambang Galian C di Sumurpitu Disorot, Legalitas Dipertanyakan dan Dampak Lingkungan Dikeluhkan Warga
Diduga Arena Judi Sabung Ayam Beroperasi Terang-terangan di Kemangkon, APH Diminta Jangan Tutup Mata
GMOCT Siap Laporkan Dugaan Kelambanan Polres Kuningan ke Propam, LMPI Jabar Tegaskan Kelompok Ujang Jenggo Tidak Sah

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:14

Galian C Kali Petung Batang Jadi Sorotan, Warga Keluhkan Debu dan Pertanyakan Legalitas

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:37

Aktivitas Galian C di Perbatasan Sembung–Kalibalik Batang Dikeluhkan Warga, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:40

Penataan Lahan PT GMS di Pringapus Dipertanyakan, Dugaan Belum Berizin Mencuat

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:29

Aksi Blokade Jalan dan Bawa Sajam Viral, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:32

DIDUGA BEROPERASI TANPA IZIN, TAMBANG GALIAN C DI CEPOGO TERUS BERAKTIVITAS; WARGA MINTA PENEGAKAN HUKUM TEGAS

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:16

Aktivitas Tambang Galian C di Sumurpitu Disorot, Legalitas Dipertanyakan dan Dampak Lingkungan Dikeluhkan Warga

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:43

Diduga Arena Judi Sabung Ayam Beroperasi Terang-terangan di Kemangkon, APH Diminta Jangan Tutup Mata

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:25

GMOCT Siap Laporkan Dugaan Kelambanan Polres Kuningan ke Propam, LMPI Jabar Tegaskan Kelompok Ujang Jenggo Tidak Sah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!