Heboh” Proyek Pasar Kroya Diduga Langgar K3, Utang Vendor Rp12,3 Miliar Meledak ke Publik!

redaksi

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP|JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM  – Pelaksanaan proyek lanjutan renovasi Pasar Kroya kembali menuai sorotan serius. Selain dugaan abekan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), proyek bernilai puluhan miliar rupiah ini juga diterpa isu tunggakan pembayaran kepada sejumlah vendor yang disebut mencapai Rp12,3 miliar.

Informasi yang dihimpun, permasalahan tersebut telah berlangsung cukup lama dan memicu keresahan di kalangan rekanan. Sejumlah pihak mengaku telah berupaya menyampaikan aspirasi dan peringatan kepada pelaksana proyek,⁸ namun hingga kini disebut belum mendapat respons yang memadai.

Sorotan juga datang dari Gatot Aji Suseno, perwakilan Ormas GRIB Jaya, yang menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut hak-hak pihak ketiga yang telah menyelesaikan pekerjaan mereka.

“Harus ada penyelesaian terbuka dan transparan. Jangan sampai vendor dirugikan,” ujarnya.
Tak hanya itu, sebelumnya proyek ini juga menjadi perhatian publik setelah beredarnya dokumentasi yang memperlihatkan pekerja berada di ketinggian tanpa perlengkapan pengaman yang memadai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pekerja dan bertentangan dengan prinsip dasar K3 di sektor konstruksi.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Proyek bertajuk Lanjutan Renovasi Pasar Kroya itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp48.723.542.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender.

Adapun kontraktor pelaksana tercatat merupakan kerja sama operasi (KSO) antara PT Armada Hada Graha dan PT Reka Esti Utama. Sementara itu, dalam informasi yang beredar di lapangan, proyek ini disebut dipimpin oleh Erwin selaku Project Manager (PM/Pimpro) dan Budi sebagai Site Manager.

Seiring mencuatnya berbagai persoalan tersebut, sejumlah kalangan mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh. Tidak hanya terkait aspek keselamatan kerja, tetapi juga menyangkut kewajiban pembayaran kepada vendor agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait masih dalam upaya konfirmasi.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, guna memastikan penyajian informasi yang berimbang, akurat, dan sesuai prinsip jurnalistik pada pemberitaan lanjutan.

(Wasis/Red)

Berita Terkait

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung
Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu
WTP Diraih, Tapi Temuan Masih Banyak! BPK Beri Ultimatum 32 Pemda di Jateng Tuntaskan Pelanggaran dalam 60 Hari
Warga Tunggul Pandean Gugat Pembangunan Gardu Induk ke PN Jepara, Pertanyakan Sosialisasi dan Dampak bagi Masyarakat
PENGUSAHA TAMBAK UDANG DI BATANG JADI TERSANGKA, 7 HEKTAR SAWAH PANGAN DILINDUNGI DIDUGA DIHABISI DEMI BISNIS MILIARAN
EMPAT SANTRI BANTAH JADI KORBAN ” NARASI DALAM LAPORAN DUGAAN ASUSILA DI AL-ANFAS MULAI DIPERTANYAKAN
Wali Murid SMPN 3 Pucangading Desak SPMB 2026/2027 Transparan, Tolak Praktik Suap dan Manipulasi Domisili
TOWER 60 METER BERDIRI DI BONGANCINA, IZIN DIDUGA BELUM TUNTAS: SIAPA BERANI MAINKAN ATURAN?

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:18

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:28

Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:21

WTP Diraih, Tapi Temuan Masih Banyak! BPK Beri Ultimatum 32 Pemda di Jateng Tuntaskan Pelanggaran dalam 60 Hari

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:51

Warga Tunggul Pandean Gugat Pembangunan Gardu Induk ke PN Jepara, Pertanyakan Sosialisasi dan Dampak bagi Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:34

PENGUSAHA TAMBAK UDANG DI BATANG JADI TERSANGKA, 7 HEKTAR SAWAH PANGAN DILINDUNGI DIDUGA DIHABISI DEMI BISNIS MILIARAN

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:02

EMPAT SANTRI BANTAH JADI KORBAN ” NARASI DALAM LAPORAN DUGAAN ASUSILA DI AL-ANFAS MULAI DIPERTANYAKAN

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:19

Wali Murid SMPN 3 Pucangading Desak SPMB 2026/2027 Transparan, Tolak Praktik Suap dan Manipulasi Domisili

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:13

TOWER 60 METER BERDIRI DI BONGANCINA, IZIN DIDUGA BELUM TUNTAS: SIAPA BERANI MAINKAN ATURAN?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!