Laporan | Wahono : Editor | M.Supadi
TEMANGGUNG |JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM– Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, kian memanas.
Warga secara tegas menolak lokasi proyek yang dinilai bermasalah dan mengancam akan mengerahkan hingga 1.000 massa jika aspirasi mereka diabaikan.
Penolakan ini bukan tanpa alasan.
Warga menilai lokasi pembangunan berada di atas fasilitas umum yang selama ini digunakan untuk aktivitas masyarakat, seperti olahraga dan kegiatan sosial. Selain itu, proses penentuan lokasi juga disebut-sebut minim sosialisasi dan tidak melalui musyawarah dengan warga.
“Kami bukan menolak programnya, tapi menolak lokasinya. Jangan sampai fasilitas umum dikorbankan,” tegas salah satu perwakilan warga.
Sejumlah warga juga mengaku keberatan karena pembangunan tersebut berdampak pada akses jalan dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Kondisi ini memicu keresahan dan memunculkan aksi protes terbuka di beberapa titik desa.Sebelumnya, polemik pembangunan KDMP di wilayah Kaloran memang sudah mencuat. Warga di beberapa desa menyampaikan keberatan karena lahan yang digunakan merupakan ruang publik yang selama ini dimanfaatkan bersama.
Tak hanya itu, warga juga menyoroti kurangnya transparansi dari pihak terkait dalam menentukan lokasi pembangunan. Mereka menilai keputusan terkesan sepihak tanpa melibatkan masyarakat terdampak.
Jika tuntutan tidak direspons, warga mengaku siap melakukan aksi besar-besaran. Ancaman pengerahan massa hingga 1.000 orang menjadi sinyal kuat bahwa konflik sosial bisa meluas jika tidak segera ditangani.
Hingga kini, belum ada keputusan final terkait lokasi pembangunan KDMP tersebut. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah bijak agar polemik tidak berujung pada konflik terbuka di tengah masyarakat(..)








