Distribusi Makan Bergizi Gratis Diduga Ditolak di SMPN 2 Sokaraja, Kendaraan Pengangkut Terlambat Datang

redaksi

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Adi Winarko 
Sukaraja | jejakkasusindonesianews.com- Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kendaraan pengangkut makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti di depan gerbang SMP Negeri 2 Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Dalam video tersebut terlihat kendaraan pembawa ompreng bertuliskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tiba di depan sekolah. Namun, distribusi makanan disebut tidak dapat dilakukan karena kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut telah selesai dan para siswa sudah pulang.

Akibat kondisi tersebut, pihak sekolah tidak menerima distribusi makanan dari program MBG karena waktu kedatangan kendaraan dinilai terlambat.

Informasi yang beredar menyebutkan keterlambatan distribusi menjadi salah satu faktor utama penolakan tersebut, karena makanan datang setelah kegiatan belajar mengajar berakhir dan siswa sudah meninggalkan lingkungan sekolah (6/3/2026).

Video peristiwa tersebut juga memperlihatkan kerumunan warga dan pengendara di sekitar lokasi saat kendaraan distribusi berhenti di depan gerbang sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pihak penyelenggara program MBG terkait peristiwa tersebut.

Sumber: Video beredar di media sosial, akun Instagram @jogjastudent dan keterangan video “Seputar Sokaraja”.

Berita Terkait

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung
Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu
WTP Diraih, Tapi Temuan Masih Banyak! BPK Beri Ultimatum 32 Pemda di Jateng Tuntaskan Pelanggaran dalam 60 Hari
Warga Tunggul Pandean Gugat Pembangunan Gardu Induk ke PN Jepara, Pertanyakan Sosialisasi dan Dampak bagi Masyarakat
PENGUSAHA TAMBAK UDANG DI BATANG JADI TERSANGKA, 7 HEKTAR SAWAH PANGAN DILINDUNGI DIDUGA DIHABISI DEMI BISNIS MILIARAN
EMPAT SANTRI BANTAH JADI KORBAN ” NARASI DALAM LAPORAN DUGAAN ASUSILA DI AL-ANFAS MULAI DIPERTANYAKAN
Wali Murid SMPN 3 Pucangading Desak SPMB 2026/2027 Transparan, Tolak Praktik Suap dan Manipulasi Domisili
TOWER 60 METER BERDIRI DI BONGANCINA, IZIN DIDUGA BELUM TUNTAS: SIAPA BERANI MAINKAN ATURAN?

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:18

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:28

Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:21

WTP Diraih, Tapi Temuan Masih Banyak! BPK Beri Ultimatum 32 Pemda di Jateng Tuntaskan Pelanggaran dalam 60 Hari

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:51

Warga Tunggul Pandean Gugat Pembangunan Gardu Induk ke PN Jepara, Pertanyakan Sosialisasi dan Dampak bagi Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:34

PENGUSAHA TAMBAK UDANG DI BATANG JADI TERSANGKA, 7 HEKTAR SAWAH PANGAN DILINDUNGI DIDUGA DIHABISI DEMI BISNIS MILIARAN

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:02

EMPAT SANTRI BANTAH JADI KORBAN ” NARASI DALAM LAPORAN DUGAAN ASUSILA DI AL-ANFAS MULAI DIPERTANYAKAN

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:19

Wali Murid SMPN 3 Pucangading Desak SPMB 2026/2027 Transparan, Tolak Praktik Suap dan Manipulasi Domisili

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:13

TOWER 60 METER BERDIRI DI BONGANCINA, IZIN DIDUGA BELUM TUNTAS: SIAPA BERANI MAINKAN ATURAN?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!