CAPLOK, Program Pelibatan Komunitas untuk Kenalkan TOGA kepada Anak Ngadiprono

redaksi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMANGGUNG|JKI  – Empat mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN)—Vanessa, Imelda, Mayang, dan Daniel—melaksanakan kegiatan pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bertajuk CAPLOK (Bocah Paham Lokal) di Dusun Ngadiprono, Temanggung, Sabtu (29/11/2025). Program ini merupakan bagian dari Social Impact Initiative (SII) yang berkolaborasi dengan Spedagi Movement dan Pasar Papringan, sekaligus menjadi aktivitas magang mereka dengan fokus pada community engagement.

Kegiatan CAPLOK diikuti 18 anak jenjang TK–SD. Melalui program ini, para mahasiswa berupaya memperkenalkan potensi lokal kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya regenerasi petani melalui metode belajar interaktif, kreatif, dan berbasis komunitas.

Vanessa menjelaskan bahwa CAPLOK dirancang untuk menempatkan anak sebagai agent of change sekaligus target of change dalam pelestarian pengetahuan mengenai TOGA. “Di Dusun Ngadiprono muncul kekhawatiran hilangnya regenerasi petani. Pak Harun diketahui sebagai generasi terakhir petani di dusun ini. Karena itu, pengenalan tanaman lokal sejak dini sangat penting agar anak-anak memahami nilai, manfaat, dan potensi TOGA di masa depan,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, anak-anak dibimbing oleh Harun dan Hendro—petani muda setempat. Mereka diajak berkeliling mengenali berbagai jenis TOGA di taman rumah warga dan sepanjang jalur Pasar Papringan. Tanaman seperti jahe, kunyit, sereh, daun talas, hingga suweg diperkenalkan melalui pendekatan kreatif, termasuk penggunaan “kekuatan super” untuk memudahkan anak memahami manfaat tiap tanaman.

Usai eksplorasi, anak-anak mengikuti sesi edukasi melalui flashcard khusus. Bagian depan memuat foto tanaman, sementara bagian belakang menampilkan ilustrasi rimpang atau buah beserta kegunaannya. Mereka juga diajak menyelesaikan studi kasus sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, agar lebih memahami kapan dan bagaimana TOGA dapat dimanfaatkan.

Kegiatan ditutup dengan pembagian grow kit berupa tanaman onclang/daun bawang yang ditanam dalam pot bambu ampel mini dan dilindungi tas anyaman bambu. Anak-anak langsung praktik cara menanam dan merawat tanaman tersebut. Grow kit ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mereka untuk mengenal aktivitas bercocok tanam di rumah.

Hendro menegaskan pentingnya memperkenalkan TOGA sejak kecil. “Tanaman obat ini sederhana tapi sangat bermanfaat. Anak-anak perlu tahu bahwa tanaman di sekitar rumah bisa menjadi penolong dan punya nilai besar,” ujarnya.

Program CAPLOK menjadi bukti bahwa pelestarian potensi lokal tidak harus dimulai dari proyek besar. Melalui metode bermain, bercerita, dan praktik langsung, anak-anak dapat dikenalkan pada budaya merawat tanaman dengan cara yang menyenangkan sekaligus berkelanjutan.(Amin)

 

Berita Terkait

Aduan Warga Berbuah Razia ” Polres Demak Sita 56 Botol Miras dan Bahan Oplosan Es Moni
Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung
7 Bulan Pasca Banjir, Korban dan Pelaku UMKM di Aceh Timur Pertanyakan Kejelasan Bantuan Jadup dan Stimulan
Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu
BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!
DPR RI dan DPR Aceh Jangan Jadi Penonton ” Korban Banjir Aceh Timur Butuh Aksi Nyata Bukan Janji
Kesabaran Warga Bergas Habis ” Jalan Rusak Parah Diprotes dengan Pohon Pisang
Aktivitas Tambang Batu di Kali Petung Disorot, Warga Desak Audit Perizinan dan Dokumen Lingkungan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:34

Aduan Warga Berbuah Razia ” Polres Demak Sita 56 Botol Miras dan Bahan Oplosan Es Moni

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:18

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:25

7 Bulan Pasca Banjir, Korban dan Pelaku UMKM di Aceh Timur Pertanyakan Kejelasan Bantuan Jadup dan Stimulan

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:28

Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu

Senin, 15 Juni 2026 - 23:12

BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:12

DPR RI dan DPR Aceh Jangan Jadi Penonton ” Korban Banjir Aceh Timur Butuh Aksi Nyata Bukan Janji

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:09

Kesabaran Warga Bergas Habis ” Jalan Rusak Parah Diprotes dengan Pohon Pisang

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:37

Aktivitas Tambang Batu di Kali Petung Disorot, Warga Desak Audit Perizinan dan Dokumen Lingkungan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!