Jalan Rusak Bobrok Di Leyangan Disorot ” Swadaya Dipertanyakan, Transparansi Dituntut!!

redaksi

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNGARAN TIMUR | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM- Kondisi jalan rusak di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, kembali menuai sorotan warga. Jalan Jawa Raya yang dipenuhi lubang dan tambalan seadanya dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa perbaikan jalan selama ini lebih banyak dilakukan secara swadaya sejak masa kepemimpinan Kepala Desa lama . Namun, penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.

Sejumlah pihak mendesak pemerintah desa untuk menjelaskan secara terbuka mekanisme swadaya yang dimaksud, termasuk sumber pendanaan dan pihak-pihak yang terlibat.

Pasalnya, muncul dugaan adanya keterlibatan pengusaha galian C maupun pihak lain, seperti Bonindo, dalam proses perbaikan tersebut.

Hingga kini, belum ada kejelasan apakah perbaikan jalan merupakan murni swadaya masyarakat, bagian dari kewajiban pihak tertentu, atau memiliki dasar kebijakan resmi.

Kondisi ini memicu pertanyaan terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan infrastruktur desa.

“Ini desa wisata atau jalan seribu lubang?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap pemerintah desa segera memberikan klarifikasi terbuka guna meredam polemik yang berkembang. Transparansi dinilai menjadi kunci untuk memastikan perbaikan berjalan tepat sasaran serta menghindari potensi kesalahpahaman di masyarakat.

Jika tidak segera ditangani secara serius, kondisi jalan yang terus dibiarkan dikhawatirkan berpotensi memicu kecelakaan serta memperburuk citra wilayah.(Tri/Red)

Berita Terkait

MA Tolak PK Bupati Kapuas Hulu, Flora Darosari Menang Telak dan Haknya Wajib Dipulihkan
Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung
Tak Ada Lagi Toleransi! DPRD Putuskan Tegal Panas dan Gembol Ditutup Permanen
Warga Candirejo Geruduk DPRD, Desak Lurah Dicopot dan Dugaan Pungli PTSL Diusut!!
DPR RI dan DPR Aceh Jangan Jadi Penonton ” Korban Banjir Aceh Timur Butuh Aksi Nyata Bukan Janji
Kesabaran Warga Bergas Habis ” Jalan Rusak Parah Diprotes dengan Pohon Pisang
EMPAT SANTRI DI DEMAK AJUKAN KEBERATAN, PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM PERKARA
WTP Diraih, Tapi Temuan Masih Banyak! BPK Beri Ultimatum 32 Pemda di Jateng Tuntaskan Pelanggaran dalam 60 Hari

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:19

MA Tolak PK Bupati Kapuas Hulu, Flora Darosari Menang Telak dan Haknya Wajib Dipulihkan

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:18

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung

Senin, 15 Juni 2026 - 17:27

Tak Ada Lagi Toleransi! DPRD Putuskan Tegal Panas dan Gembol Ditutup Permanen

Senin, 15 Juni 2026 - 13:28

Warga Candirejo Geruduk DPRD, Desak Lurah Dicopot dan Dugaan Pungli PTSL Diusut!!

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:12

DPR RI dan DPR Aceh Jangan Jadi Penonton ” Korban Banjir Aceh Timur Butuh Aksi Nyata Bukan Janji

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:09

Kesabaran Warga Bergas Habis ” Jalan Rusak Parah Diprotes dengan Pohon Pisang

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:44

EMPAT SANTRI DI DEMAK AJUKAN KEBERATAN, PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM PERKARA

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:21

WTP Diraih, Tapi Temuan Masih Banyak! BPK Beri Ultimatum 32 Pemda di Jateng Tuntaskan Pelanggaran dalam 60 Hari

Berita Terbaru

error: Content is protected !!