Tolak Lokasi KDMP, Warga Kaloran Siap Turunkan 1.000 Massa : Konflik Memanas!

redaksi

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Wahono : Editor | M.Supadi

TEMANGGUNG |JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM– Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, kian memanas.

Warga secara tegas menolak lokasi proyek yang dinilai bermasalah dan mengancam akan mengerahkan hingga 1.000 massa jika aspirasi mereka diabaikan.
Penolakan ini bukan tanpa alasan.

Warga menilai lokasi pembangunan berada di atas fasilitas umum yang selama ini digunakan untuk aktivitas masyarakat, seperti olahraga dan kegiatan sosial. Selain itu, proses penentuan lokasi juga disebut-sebut minim sosialisasi dan tidak melalui musyawarah dengan warga.

“Kami bukan menolak programnya, tapi menolak lokasinya. Jangan sampai fasilitas umum dikorbankan,” tegas salah satu perwakilan warga.
Sejumlah warga juga mengaku keberatan karena pembangunan tersebut berdampak pada akses jalan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Kondisi ini memicu keresahan dan memunculkan aksi protes terbuka di beberapa titik desa.Sebelumnya, polemik pembangunan KDMP di wilayah Kaloran memang sudah mencuat. Warga di beberapa desa menyampaikan keberatan karena lahan yang digunakan merupakan ruang publik yang selama ini dimanfaatkan bersama.

Tak hanya itu, warga juga menyoroti kurangnya transparansi dari pihak terkait dalam menentukan lokasi pembangunan. Mereka menilai keputusan terkesan sepihak tanpa melibatkan masyarakat terdampak.

Jika tuntutan tidak direspons, warga mengaku siap melakukan aksi besar-besaran. Ancaman pengerahan massa hingga 1.000 orang menjadi sinyal kuat bahwa konflik sosial bisa meluas jika tidak segera ditangani.

Hingga kini, belum ada keputusan final terkait lokasi pembangunan KDMP tersebut. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah bijak agar polemik tidak berujung pada konflik terbuka di tengah masyarakat(..)

Berita Terkait

Camat Mentaya Hulu Diduga Memihak Perusahaan Sawit Saat Aksi Damai KMHA Dayak Kalteng
Security Dipaksa Angkat Kaki ” Massa KMHA Dayak Kepung Lahan Sengketa PT Tapian Nadenggan
Mimpi Ibu Kota Baru Berujung Petaka ! Petani Lopait Diduga Jadi Mangsa Mafia Tanah!!
Heboh Isu Ibu Kota Kabupaten Semarang Dipindah ke Lopait, Ketua DPRD Bongkar Dugaan Permainan Mafia Tanah!
Dana Bimtek Siskeudes Diduga Masuk Kantong Pribadi? Oknum Kasi DPMG Peudawa Bungkam Saat Dikonfirmasi
Lelang Rumah Belum Ditetapkan, Nama Nasabah Sudah Viral ” BPR Arto Moro Digugat, KPKNL Disorot!!
Relawan Mualem–Dekfad Geram ” Disdik Aceh Dituding Arogan dan Bungkam Pers, Proyek Sekolah Pascabanjir Jadi Sorotan
Sengketa Tanah Bawen Memanas! Pengadilan Negeri Ungaran Bantah Keras Isu Pelanggaran, Singgung Bukti LSM hingga Kuasa Hukum Pro Bono

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:43

Camat Mentaya Hulu Diduga Memihak Perusahaan Sawit Saat Aksi Damai KMHA Dayak Kalteng

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:37

Security Dipaksa Angkat Kaki ” Massa KMHA Dayak Kepung Lahan Sengketa PT Tapian Nadenggan

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:00

Mimpi Ibu Kota Baru Berujung Petaka ! Petani Lopait Diduga Jadi Mangsa Mafia Tanah!!

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:09

Heboh Isu Ibu Kota Kabupaten Semarang Dipindah ke Lopait, Ketua DPRD Bongkar Dugaan Permainan Mafia Tanah!

Minggu, 24 Mei 2026 - 01:25

Dana Bimtek Siskeudes Diduga Masuk Kantong Pribadi? Oknum Kasi DPMG Peudawa Bungkam Saat Dikonfirmasi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:50

Lelang Rumah Belum Ditetapkan, Nama Nasabah Sudah Viral ” BPR Arto Moro Digugat, KPKNL Disorot!!

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:06

Relawan Mualem–Dekfad Geram ” Disdik Aceh Dituding Arogan dan Bungkam Pers, Proyek Sekolah Pascabanjir Jadi Sorotan

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:29

Sengketa Tanah Bawen Memanas! Pengadilan Negeri Ungaran Bantah Keras Isu Pelanggaran, Singgung Bukti LSM hingga Kuasa Hukum Pro Bono

Berita Terbaru

error: Content is protected !!