LAI BPAN Jateng Desak Audit Total MBG, KRT Yoyok Sakiran: Jangan Main-Main dengan Gizi Anak!

redaksi

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter | Yogie

KAB SEMARANG |Jejakkasusindonesianews.com – Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (LAI BPAN) DPD Jawa Tengah angkat bicara terkait dugaan temuan makanan tak layak dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua DPD LAI BPAN Jateng, KRT Yoyok Sakiran, melalui Anggota LAI BPAN Jateng M. Supadi yang akrab disapa Kang Adi, menyampaikan sikap tegas agar dilakukan audit investigatif secara menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program tersebut.

“Kami meminta adanya audit investigatif dan evaluasi total. Program MBG menggunakan anggaran negara yang besar, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan transparansi,” ujar Kang Adi menyampaikan pernyataan Ketua DPD LAI BPAN Jateng, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, apabila benar ditemukan bahan makanan yang tidak layak konsumsi atau tidak sesuai standar gizi sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis, maka hal tersebut tidak bisa dianggap sepele.

“Ini menyangkut kesehatan anak-anak dan generasi penerus bangsa. Jika ada pelanggaran, baik administratif maupun unsur kesengajaan yang berpotensi merugikan negara, maka harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

LAI BPAN Jateng juga mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) serta lembaga pengawas keuangan negara untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengadaan maupun distribusi bahan pangan.

Selain itu, pihaknya mengingatkan seluruh pengelola SPPG dan yayasan pelaksana agar mematuhi standar higienitas, kualitas bahan baku, serta ketentuan gramasi makanan sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami tidak ingin program yang bertujuan baik ini justru mencederai kepercayaan masyarakat. Transparansi, pengawasan ketat, dan evaluasi menyeluruh harus menjadi prioritas,” pungkas Kang Adi.

Berita Terkait

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung
Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu
WTP Diraih, Tapi Temuan Masih Banyak! BPK Beri Ultimatum 32 Pemda di Jateng Tuntaskan Pelanggaran dalam 60 Hari
Warga Tunggul Pandean Gugat Pembangunan Gardu Induk ke PN Jepara, Pertanyakan Sosialisasi dan Dampak bagi Masyarakat
PENGUSAHA TAMBAK UDANG DI BATANG JADI TERSANGKA, 7 HEKTAR SAWAH PANGAN DILINDUNGI DIDUGA DIHABISI DEMI BISNIS MILIARAN
EMPAT SANTRI BANTAH JADI KORBAN ” NARASI DALAM LAPORAN DUGAAN ASUSILA DI AL-ANFAS MULAI DIPERTANYAKAN
Wali Murid SMPN 3 Pucangading Desak SPMB 2026/2027 Transparan, Tolak Praktik Suap dan Manipulasi Domisili
TOWER 60 METER BERDIRI DI BONGANCINA, IZIN DIDUGA BELUM TUNTAS: SIAPA BERANI MAINKAN ATURAN?

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:18

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:28

Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:21

WTP Diraih, Tapi Temuan Masih Banyak! BPK Beri Ultimatum 32 Pemda di Jateng Tuntaskan Pelanggaran dalam 60 Hari

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:51

Warga Tunggul Pandean Gugat Pembangunan Gardu Induk ke PN Jepara, Pertanyakan Sosialisasi dan Dampak bagi Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:34

PENGUSAHA TAMBAK UDANG DI BATANG JADI TERSANGKA, 7 HEKTAR SAWAH PANGAN DILINDUNGI DIDUGA DIHABISI DEMI BISNIS MILIARAN

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:02

EMPAT SANTRI BANTAH JADI KORBAN ” NARASI DALAM LAPORAN DUGAAN ASUSILA DI AL-ANFAS MULAI DIPERTANYAKAN

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:19

Wali Murid SMPN 3 Pucangading Desak SPMB 2026/2027 Transparan, Tolak Praktik Suap dan Manipulasi Domisili

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:13

TOWER 60 METER BERDIRI DI BONGANCINA, IZIN DIDUGA BELUM TUNTAS: SIAPA BERANI MAINKAN ATURAN?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!