Fenomena Beberapa Kandang Ayam Desa Bonagung Tanon Sragen Hadirkan Bau Busuk Menyengat Hingga Lalat, Warga Khawatir Menebarkan Banyak Penyakit Menular

redaksi

Kamis, 20 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sragen – Jejakkasusindonesia.com

Beberapa warga di Desa Bonagung Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen resah dengam adanya bau limbah peternakan ayam dan lalat yang terbang dimana-mana.Warga menilai usaha peternakan itu membuat lingkungan mereka tidak sehat. Beberapa warga sekitar mengatakan kandang ayam tersebut hanya berjarak 200 an meter dari permukiman warga sehingga limbah baunya langsung berdampak pada warga.Limbah dimaksud berupa kotoran ayam yang memicu bau tak sedap dan menyebabkan lalat berdatangan. Dalam hal ini warga meminta pemilik peternakan segera memperbaiki sistem pengolahan limbah.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Sarwoko (63) warga Desa Sendangwuni Kelurahan Bonagung Kecamatan Tanon Sragen saat dikonfirmasi awak media menyatakan selama berdirinya kandang ayam disekitarnya belum pernah sekalipun diajak musyawarah maupun sosialisasi.Dia tak menampik jarak rumahnya yang tak begitu jauh dari lokasi ikut terdampak, fakta yang terjadi saat awak media bertandang disiang bolong isi rumahnya juga penuh berkeliaran lalat.”” Memang benar, limbah dimaksud berupa kotoran ayam yang memicu bau tak sedap dan menyebabkan lalat berdatangan. Kami meminta pemilik peternakan segera memperbaiki sistem pengolahan limbah. Selama ini saya blas tidak dijawil, bisa di cek rumah sekitar warga lain juga penuh lalat mas,”” ungkapnya, Kamis 20 Juni 2024.Sosok tokoh yang mantan Kepala Desa Bonagung ini juga menyampaikan, terjadi fenomena dikabarkan banyak warga beberapa kali terjadi. Dimana pada setiap kandang pasca panen hingga usai panen, maka warga ikut panen tapi bukan ayam seperti pemilik kandang melainkan panen lalat.“Iya benar banyak warga mengeluh tapi nggak berani ngomong, silahkan wartawan tanya warga sekitar door to door.

Kejadian ini merata di beberapa RT sini, silahkan cek sendiri rumah saya sendiri juga begini kondisinya, banyak lalat,”” ketusnya.Disisi lain, menurut keterangan lain dari AR (42) warga Dusun Banyuurip, kejadian ini sangat merugikan dan warga juga was was akan penyakit yang menyerang lewat lalat yang terbang tersebut.””Iya was was mas, takut ya penyakit atau virus yang menyerang bisa menular ke manusia, soalnya ini yang dari Dusun sebelah utara yakni Banyuurip RT 20 dan RT 21 Kelurahan Kalikobok Tanon juga mengeluh mas.

Dampaknya juga banyak lalat kewarga dusun-dusun seberang,”” ujarnya dengan kesal.Berdasarkan data yang berhasil dihimpun benar adanya beberapa warga dusun Rt dari beberapa lokasi setempat yang terdampak. Tak hanya masuk Kelurahan Bonagung saja, namun dari Kelurahan Kalikobok juga. Sementara menurut warga fenomena banyak lalat dan bau busuk menjadi bencana tahunan.“Sebelum sebelumya juga seperti ini, bahkan hampir setiap tahun apalagi panen terjadi fenomena kayak gini. Setiap panen diambil tengah malam sampai subuh, suaranya sangat gaduh mengganggu,” bebernya.Terpisah, Kepala Fenomena Beberapa Kandang Ayam Desa Bonagung Tanon Sragen Hadirkan Bau Busuk Menyengat Hingga Lalat, Warga Khawatir Menebarkan Banyak Penyakit MenulaDesa Bonagung Suwarno alias bontot saat dikonfirmasi awak media juga menegaskan selama ini terkait adanya aktifitas kandang dipelosok dusun warga tidak pernah merasa dikoordinasi maupun dikonfirmasi.Dia juga menyesalkan pihak-pihak pengelola yang selama ini tanpa adanya koordinasi dengan pihaknya khususnya Pemerintahan Desa.

Disamping itu menuai dampak lingkungan yang berakibat pada warganya.””Betul blas nggak pernah ada koordinasi juga konfirmasi mas, hanya mendengar kasak kusuk saja. Silahkan warga juga berhak menegur mas, kami siap menjadi jalan penghubung kedinas terkait,”” tegasnya.Hingga kabar ini diturunkan belum ada tindakan maupun penanganan dari dinas terkait, warga berharap ada tindakan penyemprotan atau pengobatan di lingkungan warga, maupun kandang agar penyakit atau virus yang menyerang pada unggas tersebut tidak menular ke manusia.

(Tim/Red)

Loading

Berita Terkait

DePA-RI Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus
Pesta Ekstasi di Karaoke Berastagi Digerebek Polisi, Dua Terduga Pengguna Diciduk Satresnarkoba Polres Tanah Karo!!
IWO Indonesia Desak KPK Segera Tersangkakan Pihak yang Terlibat Suap Bupati Bekasi
Negara Hadir untuk Rakyat: Pangdam Diponegoro Hadiri Launching 200 Jembatan Perintis Garuda di Grobogan
Diduga Cemarkan Nama Baik Kades, Warga Galinggang Siapkan Laporan Polisi terhadap Akun Facebook “Madanyulia Jurnal Katingan!
600 Warga Desa Galinggang Surati Bupati Katingan, Desak Oknum Kades Tampelas Dipanggil dan Diberi Sanksi
Diduga Membiarkan Tambang Ilegal, Kantor DLH Jabar Dikepung Aktivis Anak Bangsa
Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Polri Kini Jaga Harga Jagung Petani

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 13:20

DePA-RI Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:16

Pesta Ekstasi di Karaoke Berastagi Digerebek Polisi, Dua Terduga Pengguna Diciduk Satresnarkoba Polres Tanah Karo!!

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:14

IWO Indonesia Desak KPK Segera Tersangkakan Pihak yang Terlibat Suap Bupati Bekasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:06

Negara Hadir untuk Rakyat: Pangdam Diponegoro Hadiri Launching 200 Jembatan Perintis Garuda di Grobogan

Jumat, 6 Maret 2026 - 01:11

Diduga Cemarkan Nama Baik Kades, Warga Galinggang Siapkan Laporan Polisi terhadap Akun Facebook “Madanyulia Jurnal Katingan!

Senin, 23 Februari 2026 - 21:57

600 Warga Desa Galinggang Surati Bupati Katingan, Desak Oknum Kades Tampelas Dipanggil dan Diberi Sanksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:51

Diduga Membiarkan Tambang Ilegal, Kantor DLH Jabar Dikepung Aktivis Anak Bangsa

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:36

Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Polri Kini Jaga Harga Jagung Petani

Berita Terbaru

error: Content is protected !!