Laporan | Hendrika S
ACEH TIMUR | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Sejumlah organisasi wartawan di Kabupaten Aceh Timur menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi beserta jajaran atas kesigapan mereka dalam mengamankan pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur yang berlangsung di Hotel Royal Idi, Kamis (25/6/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan oleh organisasi wartawan yang terdiri dari Aliansi Wartawan Aceh Independen (AWAI), Jajaran Wartawan Indonesia (JWI), Persatuan Wartawan Nasional (PWN), Ikatan Wartawan Online (IWO), dan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, sempat terjadi aksi saling dorong saat rombongan Sekretaris Jenderal DPP Partai Aceh, H. Aiyub Abbas, tiba di lokasi pelantikan. Situasi tersebut diduga dipicu oleh penolakan sejumlah pihak terhadap penunjukan Ketua DPW Partai Aceh Aceh Timur.
Ketua PWN Aceh Timur, Junaidi Mansur atau yang akrab disapa Zol Bace, mengatakan pihaknya menyaksikan langsung respons cepat aparat kepolisian dalam mengendalikan situasi sehingga potensi kericuhan tidak berkembang lebih jauh.
“Kami mengabadikan beberapa foto dan video saat insiden berlangsung. Berkat kesigapan Kapolres Aceh Timur yang didampingi Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, serta personel Polres Aceh Timur, situasi berhasil dikendalikan sehingga prosesi pelantikan dapat berlangsung aman hingga selesai,” ujarnya.
Menurut Zol Bace, langkah cepat aparat patut diapresiasi karena mampu menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Senada dengan itu, Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Aceh Timur, Hendrika Saputra, A.Md., juga memberikan apresiasi kepada Kapolres Aceh Timur beserta seluruh personel yang bertugas mengawal jalannya pelantikan.
“Kapolres Aceh Timur turun langsung meredam kericuhan yang sempat terjadi. Berkat tindakan cepat dan profesional aparat kepolisian, situasi kembali kondusif sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.
Keberhasilan Polres Aceh Timur dalam mengendalikan situasi dinilai menjadi bukti kesiapsiagaan aparat dalam menjaga keamanan setiap kegiatan masyarakat, khususnya agenda yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.







