UNGARAN TIMUR | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM- Kondisi jalan rusak di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, kembali menuai sorotan warga. Jalan Jawa Raya yang dipenuhi lubang dan tambalan seadanya dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa perbaikan jalan selama ini lebih banyak dilakukan secara swadaya sejak masa kepemimpinan Kepala Desa lama . Namun, penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.
Sejumlah pihak mendesak pemerintah desa untuk menjelaskan secara terbuka mekanisme swadaya yang dimaksud, termasuk sumber pendanaan dan pihak-pihak yang terlibat.
Pasalnya, muncul dugaan adanya keterlibatan pengusaha galian C maupun pihak lain, seperti Bonindo, dalam proses perbaikan tersebut.
Hingga kini, belum ada kejelasan apakah perbaikan jalan merupakan murni swadaya masyarakat, bagian dari kewajiban pihak tertentu, atau memiliki dasar kebijakan resmi.
Kondisi ini memicu pertanyaan terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan infrastruktur desa.
“Ini desa wisata atau jalan seribu lubang?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap pemerintah desa segera memberikan klarifikasi terbuka guna meredam polemik yang berkembang. Transparansi dinilai menjadi kunci untuk memastikan perbaikan berjalan tepat sasaran serta menghindari potensi kesalahpahaman di masyarakat.
Jika tidak segera ditangani secara serius, kondisi jalan yang terus dibiarkan dikhawatirkan berpotensi memicu kecelakaan serta memperburuk citra wilayah.(Tri/Red)







