KPK Siap Umumkan Perkembangan Kasus Kuota Haji, Sinyal Tersangka Baru Menguat

redaksi

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok/ilustrasi

Laporan |Rahmawati : Editor |M.Supadi
JAKARTA | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan segera mengumumkan perkembangan terbaru dalam penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut progres penanganan perkara tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dan akan dipaparkan secara resmi dalam konferensi pers.

“Kami sampaikan di Senin ya, progresnya sangat bagus,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta,Saat ditanya terkait kemungkinan munculnya tersangka baru, KPK tidak membantah sinyal tersebut. Namun, lembaga antirasuah itu meminta publik menunggu pengumuman resmi.

“Nanti akan kami sampaikan,” tegas Asep.
Sudah Ada Tersangka, Potensi Bertambah
Sejauh ini, KPK telah menetapkan dan menahan sejumlah pihak dalam perkara dugaan korupsi pengaturan kuota haji tahun 2023–2024. Kasus ini disebut merugikan keuangan negara hingga ratusan miliar rupiah.

Selain itu, penyidik juga terus mengembangkan perkara dan membuka peluang adanya pihak lain yang ikut terlibat, termasuk dari kalangan swasta
Bahkan, sebelumnya KPK juga telah menahan satu tersangka lain yang diduga berperan dalam pengaturan skema fee terkait kuota haji khusus.

Penyidikan Terus Dikembangkan
KPK menegaskan, proses penanganan perkara ini tidak berhenti pada tersangka yang sudah ada. Penelusuran aliran dana dan peran pihak lain masih terus dilakukan guna mengungkap konstruksi kasus secara menyeluruh.

Dengan perkembangan yang disebut “sangat baik”, publik kini menanti apakah KPK akan kembali menetapkan tersangka baru dalam waktu dekat.

Kasus ini juga diharapkan menjadi momentum pembenahan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji agar lebih transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.

Berita Terkait

Meledak,Kasus Investasi Bodong Koperasi BLN Naik Penyidikan, Korban Miliaran Tuntut Dalang Utama Dibongkar!
Polisi Diminta Panggil Pendeta H Gereja Bethany Salatiga atas Dugaan Penyebaran Hoaks
DePA-RI Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus
Pesta Ekstasi di Karaoke Berastagi Digerebek Polisi, Dua Terduga Pengguna Diciduk Satresnarkoba Polres Tanah Karo!!
Keluhan Gaji & Lembur Viral di Medsos, HRD PT Muara Krakatau Tengaran Janji Bayar Besok
IWO Indonesia Desak KPK Segera Tersangkakan Pihak yang Terlibat Suap Bupati Bekasi
Negara Hadir untuk Rakyat: Pangdam Diponegoro Hadiri Launching 200 Jembatan Perintis Garuda di Grobogan
Distribusi Makan Bergizi Gratis Diduga Ditolak di SMPN 2 Sokaraja, Kendaraan Pengangkut Terlambat Datang

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 17:36

KPK Siap Umumkan Perkembangan Kasus Kuota Haji, Sinyal Tersangka Baru Menguat

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:49

Meledak,Kasus Investasi Bodong Koperasi BLN Naik Penyidikan, Korban Miliaran Tuntut Dalang Utama Dibongkar!

Senin, 16 Maret 2026 - 19:17

Polisi Diminta Panggil Pendeta H Gereja Bethany Salatiga atas Dugaan Penyebaran Hoaks

Senin, 16 Maret 2026 - 13:20

DePA-RI Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:16

Pesta Ekstasi di Karaoke Berastagi Digerebek Polisi, Dua Terduga Pengguna Diciduk Satresnarkoba Polres Tanah Karo!!

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:47

Keluhan Gaji & Lembur Viral di Medsos, HRD PT Muara Krakatau Tengaran Janji Bayar Besok

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:14

IWO Indonesia Desak KPK Segera Tersangkakan Pihak yang Terlibat Suap Bupati Bekasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:06

Negara Hadir untuk Rakyat: Pangdam Diponegoro Hadiri Launching 200 Jembatan Perintis Garuda di Grobogan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!