Dok : Ilustrasi
Laporan | Hendrika S
ACEH TIMUR | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Tujuh bulan pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur, masyarakat korban bencana serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai mempertanyakan kejelasan realisasi bantuan yang hingga kini belum mereka terima.
Berbagai kalangan yang terdampak banjir mengaku masih menunggu kepastian terkait bantuan pascabencana, baik berupa bantuan UMKM, Jaminan Hidup (Jadup), bantuan stimulan, maupun bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir.
Salah seorang pedagang di Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur, yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial I, mengaku kondisi usahanya hingga saat ini belum sepenuhnya pulih akibat dampak banjir yang terjadi beberapa bulan lalu.
“Kami sudah hampir tujuh bulan pasca banjir. Modal usaha semakin menipis, bahkan ada yang sudah habis. Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan bantuan UMKM maupun bantuan korban banjir akan direalisasikan. Kami tidak tahu harus mengadu ke mana lagi,” ujarnya kepada media ini.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu para pedagang dan pelaku usaha kecil bangkit kembali setelah mengalami kerugian akibat bencana.
Hal senada disampaikan M, seorang pengusaha pangkas rambut di Aceh Timur. Ia mengatakan kondisi ekonomi para pelaku usaha kecil semakin sulit karena keterbatasan modal usaha dan belum adanya bantuan yang diterima.
“Kami sudah lelah menunggu. Modal usaha terus berkurang, sementara bantuan UMKM dan bantuan pasca banjir belum juga cair. Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian agar para pelaku usaha kecil bisa bangkit kembali dan meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya.
Selain pelaku usaha, masyarakat korban banjir juga mempertanyakan kelanjutan bantuan Jadup dan stimulan yang sebelumnya sempat disampaikan akan diberikan kepada korban terdampak.
Salah seorang warga Kecamatan Pante Bidari mengatakan masyarakat masih menunggu kepastian terkait bantuan yang disebut-sebut akan menyasar ribuan penerima manfaat.
“Kami masih bertanya-tanya apakah bantuan banjir seperti Jadup, stimulan, dan bantuan kerusakan rumah masih ada kelanjutannya. Untuk tahap berikutnya kapan direalisasikan, sampai sekarang belum ada informasi yang pasti,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dapat terus memperjuangkan hak-hak korban banjir sebagaimana komitmen yang pernah disampaikan sebelumnya.
“Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah, walaupun itu hanya Jadup ataupun stimulan. Di beberapa daerah lain bantuan untuk korban banjir sudah berjalan hingga beberapa tahap. Sementara di Aceh Timur masyarakat masih menunggu kejelasan,” tambahnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Aceh, maupun Pemerintah Pusat dapat segera memberikan informasi dan kepastian terkait proses penyaluran bantuan bagi korban banjir, sehingga para warga terdampak dapat kembali bangkit dan memulihkan kondisi ekonomi mereka yang sempat terpuruk akibat bencana.
Hingga berita ini ditayangkan, masyarakat masih menantikan penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai perkembangan dan realisasi bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Timur.







