Wajah Baru Boyolali Mulai Terbentuk: Trotoar Simpang Lima Dipangkas, Median Jalan Dihilangkan — Proyek Rp22 Miliar Jadi Sorotan

redaksi

Minggu, 5 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boyolali | jejakkasusindonesianews.com – Proyek revitalisasi kawasan Simpang Lima Boyolali hingga Tugu Susu Tumpah kini memasuki babak penting. Pembongkaran trotoar lama dan median jalan sedang dilakukan, menandai dimulainya perubahan besar di jantung Kota Susu. Namun di balik semangat pembangunan, muncul pula pertanyaan publik tentang arah, fungsi, dan transparansi proyek bernilai Rp22 miliar ini.

Pantauan di lapangan pada Minggu (5/10/2025) menunjukkan aktivitas padat di seputaran Bundaran Simpang Lima Boyolali. Trotoar yang dulu menjulang sekitar satu meter kini tampak rata dengan tanah — akan diganti dengan model baru setinggi 15 sentimeter saja.

“Trotoar tidak dihilangkan, hanya diperpendek. Nantinya dipasangi tiang-tiang pengaman untuk pejalan kaki,” jelas Kabid Bina Marga DPUPR Boyolali, Joko Prasetyo, kepada jejakkasusindonesianews.com

Tak hanya itu, median jalan di sekitar area juga akan dihapus. Langkah ini dilakukan untuk memperluas area pedestrian sekaligus mempersiapkan proyek terowongan penyeberangan bawah tanah (tunnel) yang diklaim akan menjadi salah satu ikon baru Boyolali.

“Tunnel dimulai dari area parkir hutan kota di sisi timur hingga Simpang Lima. Lebarnya 4 meter dengan panjang 26 meter, dari beton bertulang,” terang Kepala DPUPR Boyolali, Yulius Bagus Triyanto.

Ia memastikan sistem drainase dan pembuangan air sudah diperhitungkan agar terowongan bebas dari genangan. Proyek ini diharapkan mampu mengurai kepadatan pejalan kaki dan kendaraan yang selama ini sering menumpuk di kawasan Simpang Lima.

Namun, di sisi lain, beberapa warga dan pemerhati lingkungan menilai proyek senilai miliaran ini perlu diawasi ketat agar tepat guna dan tidak sekadar mempercantik tampilan kota.

“Bagus kalau mau seperti Malioboro, tapi jangan sampai fungsinya hilang dan uangnya melayang,” ujar Rudi Santoso, warga Karangjati yang sering melintas di Simpang Lima.

Pihak DPUPR sendiri memastikan proyek ini bukan sekadar kosmetik kota. Di sepanjang jalur pedestrian nanti akan ditanam pohon asam peneduh, dilengkapi lampu-lampu klasik dan area duduk bagi warga. Konsepnya, menciptakan titik nol-nya Boyolali, tempat warga bisa bersantai, wisatawan bisa berfoto, dan aktivitas ekonomi rakyat bisa tumbuh.

“Kami ingin ini jadi wajah baru Boyolali. Bukan hanya infrastruktur, tapi identitas kota yang berkarakter,” tegas Yulius.

Kini publik menanti, apakah proyek senilai Rp22 miliar ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat – atau justru menyisakan tanda tanya soal efektivitas dan prioritas pembangunan.

Yang jelas, debu, alat berat, dan papan proyek di sekitar Simpang Lima menjadi saksi, bahwa Boyolali sedang berbenah, melangkah menuju wajah barunya-antara estetika dan tanggung jawab anggaran publik.

[Yogie PS]

 

 

 

Berita Terkait

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung
Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu
BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!
DPR RI dan DPR Aceh Jangan Jadi Penonton ” Korban Banjir Aceh Timur Butuh Aksi Nyata Bukan Janji
Kesabaran Warga Bergas Habis ” Jalan Rusak Parah Diprotes dengan Pohon Pisang
Aktivitas Tambang Batu di Kali Petung Disorot, Warga Desak Audit Perizinan dan Dokumen Lingkungan
EMPAT SANTRI DI DEMAK AJUKAN KEBERATAN, PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM PERKARA
Penataan Lahan PT GMS di Pringapus Dipertanyakan, Dugaan Belum Berizin Mencuat

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:18

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:28

Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu

Senin, 15 Juni 2026 - 23:12

BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:12

DPR RI dan DPR Aceh Jangan Jadi Penonton ” Korban Banjir Aceh Timur Butuh Aksi Nyata Bukan Janji

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:09

Kesabaran Warga Bergas Habis ” Jalan Rusak Parah Diprotes dengan Pohon Pisang

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:37

Aktivitas Tambang Batu di Kali Petung Disorot, Warga Desak Audit Perizinan dan Dokumen Lingkungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:44

EMPAT SANTRI DI DEMAK AJUKAN KEBERATAN, PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM PERKARA

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:40

Penataan Lahan PT GMS di Pringapus Dipertanyakan, Dugaan Belum Berizin Mencuat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!