Gibran Bicara Masa Depan Bangsa di UKSW, Mahasiswa Dituntut Lebih Kritis

redaksi

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Witriyani | Editor : M.Supadi 

SALATIGA | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyambangi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026). Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu bukan sekadar seremoni, melainkan membawa pesan politik pembangunan yang tegas dan langsung menyasar generasi muda.

Didampingi Rektor UKSW Intiyas Utami, Gibran tampil sebagai pembicara utama dalam talk show bertema “Arahan Baru Pembangunan Nasional”. Di hadapan mahasiswa lintas fakultas, Gibran menekankan pentingnya peran kampus sebagai ruang kritis, bukan hanya penonton kebijakan negara.

“Pembangunan nasional tidak bisa dilepaskan dari suara mahasiswa. Kampus harus berani mengoreksi dan memberi solusi,” tegas Gibran dalam paparannya.

Tak berhenti di ruang diskusi formal, Gibran memilih turun langsung ke kantin kampus, menyapa, duduk, dan makan bersama mahasiswa. Momen ini dimanfaatkan untuk mendengar kritik, masukan, hingga keluhan mahasiswa secara terbuka, tanpa sekat protokoler yang kaku.

Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah ingin merangkul generasi muda, bukan sekadar menggurui. Di tengah sorotan publik soal arah pembangunan dan regenerasi kepemimpinan nasional, kehadiran Gibran di kampus menjadi pesan politik simbolik: mahasiswa tidak boleh apatis.

Sebagai penutup agenda, Wapres juga melakukan penanaman pohon di lingkungan UKSW, sebagai simbol komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan kepedulian lingkungan, isu yang selama ini kerap disuarakan kalangan akademisi.

Kunjungan ini menegaskan bahwa kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi arena strategis pertarungan gagasan tentang masa depan bangsa. Pemerintah datang, mahasiswa diuji: berani bicara atau hanya jadi penonton sejarah?

Berita Terkait

Diduga Cemarkan Nama Baik Kades, Warga Galinggang Siapkan Laporan Polisi terhadap Akun Facebook “Madanyulia Jurnal Katingan!
600 Warga Desa Galinggang Surati Bupati Katingan, Desak Oknum Kades Tampelas Dipanggil dan Diberi Sanksi
Diduga Membiarkan Tambang Ilegal, Kantor DLH Jabar Dikepung Aktivis Anak Bangsa
Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Polri Kini Jaga Harga Jagung Petani
Dalih Terhipnotis, Menantu Diduga Gelapkan Rp60 Juta Uang Mertua
Ziarah Sunyi PWI Jateng Jelang HPN 2026: Pak Haryono KO Ditinggalkan, Integritas Ditinggikan
Diduga Digelapkan, Dana Ganti Rugi Pemindahan Makam Tionghoa di Mempawah Dipersoalkan Ahli Waris
Razia Terpadu Berbuah Tegas: 80 Knalpot Brong Dimusnahkan di Boyan Tanjung, Polisi Perang Melawan Balap Liar

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 01:11

Diduga Cemarkan Nama Baik Kades, Warga Galinggang Siapkan Laporan Polisi terhadap Akun Facebook “Madanyulia Jurnal Katingan!

Senin, 23 Februari 2026 - 21:57

600 Warga Desa Galinggang Surati Bupati Katingan, Desak Oknum Kades Tampelas Dipanggil dan Diberi Sanksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:51

Diduga Membiarkan Tambang Ilegal, Kantor DLH Jabar Dikepung Aktivis Anak Bangsa

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:36

Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Polri Kini Jaga Harga Jagung Petani

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:55

Dalih Terhipnotis, Menantu Diduga Gelapkan Rp60 Juta Uang Mertua

Senin, 2 Februari 2026 - 14:55

Ziarah Sunyi PWI Jateng Jelang HPN 2026: Pak Haryono KO Ditinggalkan, Integritas Ditinggikan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:53

Diduga Digelapkan, Dana Ganti Rugi Pemindahan Makam Tionghoa di Mempawah Dipersoalkan Ahli Waris

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:18

Razia Terpadu Berbuah Tegas: 80 Knalpot Brong Dimusnahkan di Boyan Tanjung, Polisi Perang Melawan Balap Liar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!