Polisi Membisu, Damkar Bertindak: Saat Aparat Hukum Jadi Penonton Kekerasan

Kamis, 26 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI || jejakkasusindonesianews.com Di negeri yang menjunjung tinggi slogan “Melindungi dan Melayani”, kenyataan berkata lain. Suara seorang perempuan korban kekerasan justru terbenam di balik birokrasi hukum yang lamban dan tak berpihak. D (26), seorang istri muda warga Bekasi Selatan, harus menelan pil pahit saat harapannya pada perlindungan aparat hukum berubah menjadi kekecewaan.

Alih-alih mendapat respons cepat dari kepolisian, D justru menemui dinding dingin dan prosedur yang mengambang. Lelah dan frustrasi, D akhirnya mencari pertolongan ke tempat yang tak lazim: petugas pemadam kebakaran. Ya, Damkar ,institusi yang seharusnya berjibaku dengan kobaran api, bukan kekerasan domestik. Namun, justru di sanalah ia merasa ditolong dan dihargai sebagai manusia.

“Saya sudah lapor ke polisi, sudah visum, semua prosedur saya ikuti. Tapi tidak ada tindak lanjut. Polisi hanya bilang ‘nanti dikabari’,” ujar D sambil menahan tangis saat ditemui wartawan pada Selasa (24/6).

Ironisnya, laporan kekerasan yang dialami D telah teregistrasi sejak Jumat (20/6) dengan nomor LP/B/1397/VI/2025/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA. Namun hingga ia mengadu ke Damkar, tak ada satu pun langkah konkret dari pihak kepolisian. Bukankah ini bentuk nyata dari pembiaran?

Yang lebih mengkhawatirkan, D sempat menyebut keinginannya untuk mengakhiri hidup akibat tekanan yang terus ia rasakan. Jika korban benar-benar kehilangan nyawa karena keputusasaan, siapa yang akan bertanggung jawab? Apakah jawaban polisi akan kembali klise: “Kami akan evaluasi”?

Fakta memilukan lainnya: petugas Damkar justru yang bergerak cepat — membantu korban mendapat pengobatan, mendampingi secara moral, dan memastikan keselamatannya. Padahal, secara struktural, ini bukan tugas mereka.

“Kalau tidak ke Damkar, saya harus mengadu ke mana lagi?” keluh D, lirih.

Ini bukan sekadar soal kelambanan penanganan kasus. Ini adalah potret buram penegakan hukum kita hari ini. Ketika polisi cepat bertindak untuk kasus pencurian ringan atau pembubaran demonstrasi, tapi bungkam saat nyawa perempuan di ujung tanduk, publik patut bertanya: masih adakah nurani di balik seragam cokelat itu?

Apakah korban harus lebih dulu meninggal agar laporannya dianggap penting?

Saat Damkar ,yang bukan lembaga penegak hukum ,mampu menunjukkan empati dan aksi nyata, lalu apa alasan polisi tidak mampu menjalankan amanat konstitusional: melindungi setiap warga negara dari ancaman kekerasan dan ketidakadilan?

Ketika pemadam kebakaran harus menyelamatkan korban KDRT karena aparat hukum diam seribu bahasa, itu bukan sekadar ironi. Itu alarm darurat tentang krisis moral, kepedulian, dan profesionalisme dalam tubuh Polri.(Tiem&Red)

 

 

Loading

Berita Terkait

DePA-RI Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus
Perang Sarung Berujung Pembacokan di Mranggen, Tiga Remaja Diamankan Polisi
Aksi Tawuran Remaja di Tuntang Viral di Medsos, Polres Semarang Turun Tangan Amankan Sejumlah Pemuda
Pesta Ekstasi di Karaoke Berastagi Digerebek Polisi, Dua Terduga Pengguna Diciduk Satresnarkoba Polres Tanah Karo!!
Bejat! Pria Lansia Perkosa Perempuan Disabilitas di Kamar Mandi Masjid, Warga Klaten Tangkap Pelaku
Mi Basah Berformalin 1,5 Ton per Hari Digerebek! Distributor di Boyolali Diciduk Polisi9
IWO Indonesia Desak KPK Segera Tersangkakan Pihak yang Terlibat Suap Bupati Bekasi
Negara Hadir untuk Rakyat: Pangdam Diponegoro Hadiri Launching 200 Jembatan Perintis Garuda di Grobogan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 13:20

DePA-RI Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:13

Perang Sarung Berujung Pembacokan di Mranggen, Tiga Remaja Diamankan Polisi

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:05

Aksi Tawuran Remaja di Tuntang Viral di Medsos, Polres Semarang Turun Tangan Amankan Sejumlah Pemuda

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:16

Pesta Ekstasi di Karaoke Berastagi Digerebek Polisi, Dua Terduga Pengguna Diciduk Satresnarkoba Polres Tanah Karo!!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:46

Bejat! Pria Lansia Perkosa Perempuan Disabilitas di Kamar Mandi Masjid, Warga Klaten Tangkap Pelaku

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:04

Mi Basah Berformalin 1,5 Ton per Hari Digerebek! Distributor di Boyolali Diciduk Polisi9

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:14

IWO Indonesia Desak KPK Segera Tersangkakan Pihak yang Terlibat Suap Bupati Bekasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:06

Negara Hadir untuk Rakyat: Pangdam Diponegoro Hadiri Launching 200 Jembatan Perintis Garuda di Grobogan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!