FAKTA TERBUKTI ” TUDUHAN ANGGOTA SATLANTAS SEMARANG ,MINTA ROKOK ” ADALAH BERITA PALSU DAN FITNAH

redaksi

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok/Akun Tiltok Agil HK

Laporan | Yeni

KAB SEMARANG | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCt) melalui tim liputan khusus memastikan bahwa tuduhan yang beredar luas melalui video TikTok terkait anggota Satlantas Polres Semarang Pospol Ambarawa yang disebut meminta rokok adalah informasi bohong, tidak berdasar, dan mengandung unsur fitnah.(26/5/26]
Berikut fakta lengkap yang berhasil dihimpun di lapangan:

SIAPA NARATOR DALAM VIDEO TERSEBUT?
Pembuat sekaligus narator video berjudul “Polisi Minta Rokok” bernama Mas Pri diketahui hanya merupakan sopir cadangan dari kendaraan dump truk bernomor polisi H 9355 DC. Ia bukan pengemudi utama saat kecelakaan lalu lintas terjadi pada 19 Desember 2025 di wilayah Jegelong.

Kecelakaan tersebut melibatkan dump truk dengan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi AA 2368 CG. Hingga saat ini, pengendara motor masih dalam kondisi koma dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Mas Pri diperiksa petugas karena kendaraan diketahui meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) saat korban masih dalam proses evakuasi dan penanganan medis.

BANTAHAN DARI ANGGOTA YANG DITUDUH
Anggota Satlantas yang disebut dalam video tersebut dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang beredar.

“Saya tidak pernah meminta apa pun, apalagi rokok. Selama proses pemeriksaan dan penanganan perkara, saya bertugas sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,” tegas anggota tersebut.

Penahanan kendaraan dilakukan murni berdasarkan prosedur hukum dan standar operasional kepolisian. Tidak terdapat unsur pemerasan maupun permintaan dalam bentuk apa pun.

KETERANGAN KELUARGA DAN PIHAK PEMILIK TRUK
Narasi yang disampaikan akun media sosial yang mengatasnamakan warga Demak dinilai sepihak, tidak disertai bukti, dan cenderung menggiring opini publik.

Sebelumnya, akun resmi Satlantas Polres Semarang telah mengundang pihak terkait untuk melakukan klarifikasi bersama. Namun, undangan tersebut tidak direspons dan tidak ada perwakilan yang hadir.

Selain itu, perwakilan resmi pemilik kendaraan truk juga telah menyampaikan klarifikasi secara terbuka melalui video. Dalam pernyataannya, ditegaskan bahwa tidak pernah ada permintaan barang maupun uang dari pihak kepolisian selama proses penanganan perkara berlangsung.

TANGGAPAN PIMPINAN MEDIA
Pimpinan Umum JejakKasusIndonesiaNews.com, M. Supadi yang akrab disapa Kang Adi, menyayangkan terjadinya polemik tersebut. Menurutnya, persoalan itu seharusnya dapat diselesaikan secara baik tanpa harus menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

“Sesama profesi seharusnya bisa saling menghormati dan mengedepankan klarifikasi sebelum memberitakan sesuatu yang belum tentu benar. Sangat disayangkan jika akhirnya sesama profesi justru saling memberitakan dan memicu opini yang merugikan pihak lain,” ujar Kang Adi.

SIKAP PIHAK BERWENANG
Sekretaris Umum GMOCt, Asep NS, mengecam keras penyebaran informasi palsu yang dinilai merugikan dan berpotensi mencemarkan nama baik institusi kepolisian.

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy bersama Kasatlantas IPTU Raymond Daniel memilih bersikap legowo dan tidak menempuh jalur hukum, meskipun memiliki hak untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik tersebut. Sikap bijaksana itu mendapat apresiasi dari sejumlah rekan media dan masyarakat.

SOROTAN UNTUK PENYEBAR NARASI
Publik kini menanti sikap Agil HK yang disebut sebagai pihak pertama yang menyebarkan narasi tersebut. Masyarakat berharap adanya klarifikasi terbuka agar informasi yang beredar tidak terus menimbulkan kesalahpahaman dan kerugian bagi pihak yang dituduh.

Untuk memperoleh informasi yang lengkap dan berimbang, masyarakat diimbau merujuk pada sumber resmi dan hasil klarifikasi dari pihak terkait.(..)

Berita Terkait

Viral! Pria Acungkan Besi dan Ancam Jurnalis di Tangerang, Prof Sutan Nasomal Desak Polisi Bertindak Tegas
Kota Santri Tercoreng! Sabung Ayam Diduga Bebas Beroperasi di Kaliwungu
Tersangka Pengedar Yarindu Nikah di Kantor Polisi, Kisahnya Hebohkan Warga Salatiga!!
Alarm PWI ” Karya Jurnalistik Terancam, UU Hak Cipta Harus Direvisi
Diduga Serobot Batas Izin” Tambang Galian C di Winong Kendal Bikin Warga Murka, Aparat Diminta Turun Tangan!!
Debt Collector di Semarang Bikin Laporan Palsu Damkar, Berakhir Malu: Minta Maaf hingga Disuruh Pegang Selang!
Skandal Pers Meledak” Oknum Media ‘Kowar- Kowar , Diduga Copas Berita & Hapus Konten Berbayar, ELBEHA Barometer Murka!!
Teror ,Mata Elang ” Kian Brutal di Salatiga & Kabupaten Semarang, ELBEHA Barometer Desak APH Bertindak Tegas Tanpa Kompromi!!

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 01:54

FAKTA TERBUKTI ” TUDUHAN ANGGOTA SATLANTAS SEMARANG ,MINTA ROKOK ” ADALAH BERITA PALSU DAN FITNAH

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:54

Viral! Pria Acungkan Besi dan Ancam Jurnalis di Tangerang, Prof Sutan Nasomal Desak Polisi Bertindak Tegas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:09

Kota Santri Tercoreng! Sabung Ayam Diduga Bebas Beroperasi di Kaliwungu

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:27

Tersangka Pengedar Yarindu Nikah di Kantor Polisi, Kisahnya Hebohkan Warga Salatiga!!

Minggu, 26 April 2026 - 15:03

Alarm PWI ” Karya Jurnalistik Terancam, UU Hak Cipta Harus Direvisi

Minggu, 26 April 2026 - 01:23

Diduga Serobot Batas Izin” Tambang Galian C di Winong Kendal Bikin Warga Murka, Aparat Diminta Turun Tangan!!

Sabtu, 25 April 2026 - 22:48

Debt Collector di Semarang Bikin Laporan Palsu Damkar, Berakhir Malu: Minta Maaf hingga Disuruh Pegang Selang!

Sabtu, 25 April 2026 - 17:56

Skandal Pers Meledak” Oknum Media ‘Kowar- Kowar , Diduga Copas Berita & Hapus Konten Berbayar, ELBEHA Barometer Murka!!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!