Laporan | Mulyono
DEMAK |JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Tradisi Grebeg Besar Demak tahun 2026 mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan. Sebanyak 500 personel diterjunkan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan budaya dan religi selama perayaan Idul Adha 1447 Hijriah agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Ratusan personel tersebut disiagakan dalam pengamanan kirab Tumpeng Sembilan, tradisi ancakan, hingga prosesi penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga berupa Ageman Kutang Anta Kusuma dan Keris Kiai Carubuk yang digelar tepat pada 10 Dzulhijah.
Kabag Ops Polres Demak Kompol Wasito mengatakan, sebanyak 300 personel berasal dari Polres Demak dan sisanya merupakan gabungan dari Kodim 0716/Demak, Satpol PP, Dinas Perhubungan, PMI, serta instansi terkait lainnya.
“Pengamanan dilakukan secara maksimal agar seluruh rangkaian Grebeg Besar berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Wasito saat apel pengamanan di Parkir Wisata Kadilangu, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, kirab Tumpeng Sembilan merupakan tradisi tahunan yang selalu dipadati masyarakat dan peziarah. Sembilan tumpeng berisi hasil bumi serta aneka makanan diarak menuju Masjid Agung Demak sebagai simbol syukur dan sedekah masyarakat.
Selain itu, tradisi ancakan juga menjadi perhatian aparat karena selalu menyedot ribuan warga. Tradisi sedekah dari ahli waris Sunan Kalijaga tersebut digelar menjelang prosesi penjamasan pusaka di Pendopo Notobratan Kadilangu.
Polres Demak memprediksi lonjakan pengunjung akan terjadi selama rangkaian Grebeg Besar berlangsung. Ribuan peziarah dari berbagai daerah diperkirakan memadati kawasan Demak untuk mengikuti tradisi budaya sekaligus berziarah ke makam wali.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), aparat menempatkan personel di sejumlah titik rawan keramaian, area parkir, jalur kirab, hingga pusat hiburan rakyat.
Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup guna mencegah aksi kriminalitas seperti pencopetan, pencurian kendaraan bermotor, hingga pecah kaca mobil.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap barang bawaan dan kendaraan pribadi saat mengikuti kegiatan,” tegas Wasito.
Tak hanya fokus pada kegiatan religi dan budaya, aparat juga memperketat pengamanan Pasar Rakyat di Lapangan Tembiring Jogoloyo yang menjadi pusat hiburan dan aktivitas UMKM selama Grebeg Besar berlangsung.
Menurut Wasito, kepadatan pengunjung di area hiburan rakyat berpotensi menimbulkan kerawanan sehingga pengamanan dilakukan secara intensif setiap malam.
“Pasar Rakyat ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian Grebeg Besar Demak. Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman selama menikmati seluruh kegiatan,” pungkasnya.







