Berangkat Ibadah Berujung Petaka! Remaja Putri di Semarang Dibacok Jambret” 17 Jahitan Jadi Bukti Kebrutalan

redaksi

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | M.Supadi 
SEMARANG |JEJAKKASUSUSINDONESIANEWS.COM – Aksi kejahatan jalanan kembali menunjukkan wajah bengisnya. Kali ini, seorang remaja putri bernama Yovita menjadi korban penjambretan sadis yang disertai kekerasan brutal saat hendak berangkat ke gereja, Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Peristiwa mencekam itu terjadi tepat di depan rumah korban di Jalan Halmahera Raya No. 19. Niat suci untuk beribadah berubah menjadi tragedi berdarah ketika dua pelaku berboncengan sepeda motor tiba-tiba muncul dan langsung melancarkan aksinya.

Target pertama adalah tas milik Lala, teman korban yang datang menjemput. Tarikan keras dari pelaku membuat sepeda motor oleng hingga keduanya terjatuh. Situasi pun berubah kacau. Dalam kondisi panik, pelaku tak segan mengancam dengan senjata tajam demi merampas barang berharga seperti dompet dan ponsel.

Keributan itu mengundang perhatian Yovita yang keluar rumah dengan niat menolong temannya. Namun, keberanian itu justru dibalas dengan kekerasan keji. Salah satu pelaku secara brutal mengayunkan senjata tajam ke arah korban, mengenai bagian dahi hingga menyebabkan luka serius.

Darah mengucur deras. Jeritan korban memecah suasana pagi yang masih sepi. Sang ibu yang mendengar teriakan langsung bergegas keluar dan mendapati anaknya dalam kondisi mengenaskan.

Korban segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Telogorejo untuk penanganan lebih lanjut. Hasil medis mengungkap luka yang dialami tidak ringan—total 17 jahitan harus diberikan, terdiri dari 15 jahitan di dahi, 2 di pipi, serta luka pada jari tangan.

Hingga kini, Yovita masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, para pelaku masih bebas berkeliaran dan dalam pengejaran aparat kepolisian.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi keamanan lingkungan. Kejahatan bisa terjadi kapan saja, bahkan di depan rumah sendiri dan saat hendak menjalankan ibadah. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, sementara aparat penegak hukum didesak bergerak cepat dan tegas menangkap pelaku sebelum kembali memakan korban.

Berita Terkait

Hampir Sebulan Jalan di Tempat ” Kasus Penganiayaan Remaja di Wonosari Patebon Mandek, Terduga Pelaku Masih Bebas Berkeliaran
Cekcok Berujung Perkelahian Karyawan Pabrik Di Bergas ” Korban Lapor Polisi dan Minta Keadilan
KEADILAN BELUM TUNTAS! Kuasa Hukum Korban Desak 5 Terduga Pelaku Kasus Pemerkosaan di Aceh Timur Segera Ditangkap
Heboh di Turitempel, Dua Perangkat Desa Diduga Mabuk hingga Tuai Kritik Warga
Dendam Membara, Pembakar Dua Rumah di Karangawen Akhirnya Dibekuk Polisi
Tak Beri Ruang Pelaku Kejahatan ” Polres Semarang Terjunkan Tim URC Satreskrim Siaga 24 Jam
Aksi Blokade Jalan dan Bawa Sajam Viral, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Ngaku Guru Terapi Sepiritual ” Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santriwati

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:32

Hampir Sebulan Jalan di Tempat ” Kasus Penganiayaan Remaja di Wonosari Patebon Mandek, Terduga Pelaku Masih Bebas Berkeliaran

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:13

Cekcok Berujung Perkelahian Karyawan Pabrik Di Bergas ” Korban Lapor Polisi dan Minta Keadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:10

KEADILAN BELUM TUNTAS! Kuasa Hukum Korban Desak 5 Terduga Pelaku Kasus Pemerkosaan di Aceh Timur Segera Ditangkap

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:37

Heboh di Turitempel, Dua Perangkat Desa Diduga Mabuk hingga Tuai Kritik Warga

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:41

Dendam Membara, Pembakar Dua Rumah di Karangawen Akhirnya Dibekuk Polisi

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:44

Tak Beri Ruang Pelaku Kejahatan ” Polres Semarang Terjunkan Tim URC Satreskrim Siaga 24 Jam

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:29

Aksi Blokade Jalan dan Bawa Sajam Viral, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:01

Ngaku Guru Terapi Sepiritual ” Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santriwati

Berita Terbaru

error: Content is protected !!