Laporan | M.Supadi
KAB. SEMARANG |JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM– Rentetan aksi pencurian yang menyasar rumah ibadah di wilayah Kecamatan Getasan mulai meresahkan. Dalam kurun Februari hingga April 2026, sedikitnya tiga gereja menjadi sasaran pelaku, memicu perhatian serius jajaran Polres Semarang.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, menegaskan bahwa kasus ini bukan kejadian biasa dan kini menjadi fokus utama penanganan aparat. Pernyataan tersebut disampaikan usai kegiatan simulasi penanganan unjuk rasa di Kantor Bupati Semarang, Kamis (23/4/2026).
“Ini sudah berulang dan menjadi konsen kami. Penyelidikan terus kami dalami, baik oleh Unit Reskrim Polsek Getasan maupun Satreskrim Polres Semarang,” tegasnya.
Dari hasil sementara, pelaku diduga memanfaatkan kondisi lingkungan gereja yang sepi. Waktu beraksi pun terbilang nekat, yakni pada pagi hingga siang hari saat aktivitas ibadah belum berlangsung dan pengawasan minim.
Polisi tidak tinggal diam. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan para pengurus gereja, termasuk peningkatan pengamanan berbasis lingkungan.
Polsek Getasan juga diperintahkan menggandeng Linmas untuk melakukan patroli dan monitoring rutin di seluruh tempat ibadah.
“Langkah pencegahan sudah kami perkuat. Kami tidak ingin kejadian serupa kembali terulang,” lanjut Kapolres.
Sejauh ini, sejumlah saksi telah diperiksa dan olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah dilakukan di beberapa lokasi. Polisi kini mengumpulkan petunjuk untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga beraksi secara terencana.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi keamanan rumah ibadah di wilayah Getasan. Polisi memastikan perburuan pelaku terus dilakukan hingga tuntas.







