Isu Politik Uang Bayangi Penjaringan Perangkat Desa Grogol, Kades Bantah” Semua Sesuai Aturan”

redaksi

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK| jejakkasusindonesianews.com  Proses penjaringan perangkat desa di Desa Grogol, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, kembali menuai sorotan. Sejumlah warga menilai adanya dugaan rekayasa atau praktik politik uang dalam seleksi pengisian jabatan kepala dusun (Kadus) yang saat ini tengah berlangsung.

Dari informasi yang dihimpun, terdapat tujuh peserta yang mengikuti penjaringan untuk satu formasi jabatan Kadus. Namun, isu yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa salah satu calon sudah “dikondisikan” untuk menang.

Kepala Desa Grogol, Suripan, menepis keras tudingan tersebut. Ia menegaskan, pengisian jabatan Kadus sudah lama direncanakan dan dijalankan sesuai prosedur.

“Kekosongan jabatan ini sudah ada sebelum saya menjabat. Tahun 2024 kami baru menganggarkan pengisian perangkat desa formasi Kadus. Setelah SK saya keluarkan, pelaksanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab panitia,” ujar Suripan, Senin (6/10/2025).

Terkait kerja sama dengan pihak universitas sebagai lembaga penguji, Kades Suripan mengaku tidak tahu-menahu.

“Soal universitas mana yang dilibatkan, silakan tanya panitia. Intinya, penjaringan ini berdasarkan undang-undang dan perda yang berlaku. Tidak ada politik uang,” tegasnya.

Namun, upaya awak media untuk mengonfirmasi ketua panitia penjaringan melalui sambungan telepon tidak mendapat respons.

Sementara itu, Edi Bondan, perwakilan Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia (BPAN–LAI) Jawa Tengah, menilai proses penjaringan perangkat desa rawan disusupi praktik tidak sehat.

“Kami menerima informasi bahwa ada calon yang dikondisikan bakal jadi Kadus. Semoga isu itu tidak benar. Tapi bila nanti terbukti ada unsur ‘setor uang’, kami siap tindaklanjuti ke aparat penegak hukum,” tandasnya.

Bondan juga mengimbau masyarakat Desa Grogol untuk aktif mengawasi jalannya proses seleksi agar hasilnya benar-benar transparan, bersih, dan sesuai aturan yang beberlaku(Yg/Red)

 

Berita Terkait

Polisi Diminta Panggil Pendeta H Gereja Bethany Salatiga atas Dugaan Penyebaran Hoaks
14 Kasus Diduga Mandek di Polres Rembang Lolos Gelar Perkara, Propam Polda Jateng Siap Terbitkan SP3D
Togel Menggila Saat Ramadan, Polres Kendal Bungkam ”  Ada Apa di Balik Diamnya Aparat?
Polsek Semarang Barat Disorot Soal Penanganan Kasus Paiman, Pelapor Keluhkan Proses Berlarut??
Tak Satupun Emas Berlian Terungkap, Kasus Pencurian Justru Dihentikan: Penanganan Polrestabes Semarang Dinilai Prematur, Keadilan Dikorbankan
Diduga Ditunggangi Oknum, Layanan PTSP PN Rembang Disorot Keras! Advokat Bagas Pamenang Bongkar Dugaan Intimidasi dan Diskriminasi
Oknum Polisi di Kalbar Diduga Rekayasa Kasus Narkoba, Anggota Polres Kirim Surat Terbuka ke Presiden dan Kapolri
Waspada Investasi Bodong, Kantor Hukum Fredy and Partners Imbau Masyarakat Tak Tergiur Janji Untung Besar

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 19:17

Polisi Diminta Panggil Pendeta H Gereja Bethany Salatiga atas Dugaan Penyebaran Hoaks

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:58

14 Kasus Diduga Mandek di Polres Rembang Lolos Gelar Perkara, Propam Polda Jateng Siap Terbitkan SP3D

Senin, 23 Februari 2026 - 09:08

Togel Menggila Saat Ramadan, Polres Kendal Bungkam ”  Ada Apa di Balik Diamnya Aparat?

Senin, 16 Februari 2026 - 15:26

Polsek Semarang Barat Disorot Soal Penanganan Kasus Paiman, Pelapor Keluhkan Proses Berlarut??

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:12

Tak Satupun Emas Berlian Terungkap, Kasus Pencurian Justru Dihentikan: Penanganan Polrestabes Semarang Dinilai Prematur, Keadilan Dikorbankan

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:53

Diduga Ditunggangi Oknum, Layanan PTSP PN Rembang Disorot Keras! Advokat Bagas Pamenang Bongkar Dugaan Intimidasi dan Diskriminasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:13

Oknum Polisi di Kalbar Diduga Rekayasa Kasus Narkoba, Anggota Polres Kirim Surat Terbuka ke Presiden dan Kapolri

Senin, 9 Februari 2026 - 18:58

Waspada Investasi Bodong, Kantor Hukum Fredy and Partners Imbau Masyarakat Tak Tergiur Janji Untung Besar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!