49 Pengedar Narkoba Dituntut Hukuman Mati, Kejati Sumut Tegas Perangi Perusak Generasi

Sabtu, 14 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan-Jejakkasusindonesianews.com, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menunjukkan ketegasannya dalam memberantas peredaran narkotika dengan menuntut 49 terdakwa pengedar narkoba dengan hukuman mati. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap penegakan hukum dan perlindungan terhadap generasi muda dari ancaman zat terlarang.

 

Menurut Kepala Kejati Sumut, Idianto, SH., MH, para terdakwa merupakan bagian dari jaringan besar peredaran gelap narkotika lintas provinsi. “Mereka tidak hanya menyebarkan barang haram, tetapi juga telah merusak masa depan ribuan anak bangsa. Tuntutan mati ini adalah pesan keras bahwa negara tidak akan kompromi,” tegasnya saat konferensi pers, Jumat (14/6/2025).

 

Kasus-kasus yang ditangani melibatkan berbagai jenis narkotika, mulai dari sabu-sabu, ekstasi, hingga ganja dengan jumlah yang mencapai ratusan kilogram. Beberapa terdakwa juga diketahui sebagai residivis dan berperan sebagai bandar.

 

Data Kejati Sumut menyebutkan, tuntutan hukuman mati dijatuhkan dalam 38 perkara sepanjang 2024 hingga pertengahan 2025, dengan sebaran kasus terbanyak di wilayah Medan, Deliserdang, dan Tanjung Balai.

 

Langkah Kejati Sumut ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut dan tokoh masyarakat. Mereka menilai pendekatan hukum maksimal sangat diperlukan dalam menghadapi darurat narkoba yang kian mengancam.

 

“Kami tidak ingin Sumatera Utara menjadi sarang narkotika. Ini bukan hanya soal hukum, tapi menyelamatkan masa depan bangsa,” tutup Idianto.(Amrullah)

 

 

 

Loading

Berita Terkait

Empat Santri Al Anfas Buka Suara di Polres Demak: ‘Kami Tidak Tahu Apa-Apa , Siap Bongkar Fakta Baru!
Wali Murid SMPN 3 Pucangading Desak SPMB 2026/2027 Transparan, Tolak Praktik Suap dan Manipulasi Domisili
SMK di Kebumen, Dendam Antarsekolah Turun-Temurun Terbongkar!
POLRES KENDAL TURUN TANGAN”  SISWA DISERET KE REALITA BAHAYA BULLYING DAN KENAKALAN REMAJA
Digerebek Dini Hari! Polisi Bubarkan Balap Liar di JLS Pati” 7 Remaja Diamankan
Jelang May Day, Polisi Masuk Sekolah: Siswa Diminta Tak Terprovokasi Aksi
Semarak Hari Kartini! Polisi Turun Tangan Amankan Lomba Kreatif Anak TK di Karanggede
PPDB SDN 1 Bulungan Diduga Tidak Transparan, Wali Murid Minta Disdikpora Jepara Turun Tangan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:41

Empat Santri Al Anfas Buka Suara di Polres Demak: ‘Kami Tidak Tahu Apa-Apa , Siap Bongkar Fakta Baru!

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:19

Wali Murid SMPN 3 Pucangading Desak SPMB 2026/2027 Transparan, Tolak Praktik Suap dan Manipulasi Domisili

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:34

SMK di Kebumen, Dendam Antarsekolah Turun-Temurun Terbongkar!

Senin, 27 April 2026 - 20:28

POLRES KENDAL TURUN TANGAN”  SISWA DISERET KE REALITA BAHAYA BULLYING DAN KENAKALAN REMAJA

Minggu, 26 April 2026 - 11:57

Digerebek Dini Hari! Polisi Bubarkan Balap Liar di JLS Pati” 7 Remaja Diamankan

Kamis, 23 April 2026 - 11:28

Jelang May Day, Polisi Masuk Sekolah: Siswa Diminta Tak Terprovokasi Aksi

Selasa, 21 April 2026 - 18:13

Semarak Hari Kartini! Polisi Turun Tangan Amankan Lomba Kreatif Anak TK di Karanggede

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:23

PPDB SDN 1 Bulungan Diduga Tidak Transparan, Wali Murid Minta Disdikpora Jepara Turun Tangan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!