Pekalongan |Jejakkasusindonesianews.com Suasana malam di sebuah desa di Kabupaten Pekalongan mendadak pecah. Teriakan warga dan ketukan pintu yang berulang-ulang memecah keheningan setelah seorang suami berinisial H mendapati tanda-tanda mencurigakan di rumahnya. Pemicunya bukan hal sepele—ia mencurigai istrinya, OV, sedang bersama seorang laki-laki asing. Dan dugaan itu mengarah pada sosok yang tak biasa: seorang perwira polisi berinisial M dari Polres Pekalongan Kota.
Semua bermula sekitar pukul 23.00 WIB, ketika H sedang duduk di pos ronda bersama beberapa warga. Sebuah mobil melintas perlahan, pengemudinya bahkan sempat menyapa. Namun tak berselang lama, mobil itu berhenti tak jauh dari rumah H. Pengemudinya turun dan berjalan menuju kediamannya.
Rasa curiga langsung menyergap. H memutuskan pulang. Dan di situlah semuanya bermula.
Begitu masuk, ia melihat sepasang sandal laki-laki tergeletak di dalam rumah—bukan miliknya. Nafasnya tercekat. Tanpa menunggu lagi, ia kembali ke pos ronda, mengajak warga, dan bersama-sama menuju rumahnya.
Pintu diketuk keras, berkali-kali. Namun tak ada jawaban. Hingga akhirnya, setelah menunggu beberapa menit yang terasa begitu panjang, pintu pun terbuka… bukan oleh OV, melainkan oleh seorang laki-laki yang mengaku sebagai anggota Polri.
“Anda siapa?” tanya H dengan nada menahan emosi.
“Saya anggota,” jawab lelaki itu santai.
Namun alih-alih beritikad baik, oknum itu justru balik bertanya, “Kamu siapa?”
Tak kuasa menahan diri, H pun menegaskan identitasnya: pemilik rumah dan suami OV.
Seketika suasana memanas. Warga menyerbu masuk, memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Dari keterangan H, laki-laki itu diyakini adalah M, seorang perwira Polri yang bertugas di Polres Pekalongan Kota.
Keributan tak dapat dihindari. Warga akhirnya membawa M ke Polsek Wonopringgo untuk diproses.
H tampak terpukul. Wajahnya menggambarkan amarah, kekecewaan, dan rasa dikhianati.
“Saya berharap oknum itu diproses dan dipecat. Dia penegak hukum, tapi justru melanggar moral. Ini memalukan,” tegasnya dengan suara bergetar.
Ia juga meminta pihak RSUD Kajen memberikan sanksi tegas kepada istrinya, OV.
“Saya ingin semuanya diproses sesuai hukum. Biar terang-benderang,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Pekalongan Kota maupun RSUD Kajen belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan perselingkuhan yang menyeret nama seorang perwira polisi M dan perawat OV tersebut.
(Roy)






