Solidaritas Kebersamaan” Jurnalis Cilacap Rayakan Lebaran di Tengah Keterbatasan

Sabtu, 29 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksi : Kang Adi

Cilacap – Idul Fitri  seharusnya dirayakan dengan suka cita. Namun, bagi sebagian jurnalis di Cilacap, Lebaran tahun ini terasa pahit. Bukan hanya absennya Tunjangan Hari Raya (THR),  namun juga minimnya pendapatan, bahkan ada yang sama sekali tak digaji oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Martin, seorang jurnalis muda di sebuah media online lokal, mengungkapkan kepiluannya.  “Bukan hanya THR yang tak ada,  tapi gaji pun tak selalu lancar,” ujarnya.

Rencana memberikan parsel untuk ibunya terpaksa ditunda karena minimnya penghasilan.  Kondisi ini memaksa Martin dan banyak rekan seprofesinya untuk merayakan Lebaran dengan penuh keterbatasan.

Keadaan serupa dialami banyak jurnalis di Cilacap. Melalui grup pesan, mereka saling berbagi keluh kesah, mengungkapkan realita pahit minimnya pendapatan, bahkan ketiadaan gaji sama sekali. Namun, di tengah kekecewaan, muncul pula semangat solidaritas yang menyatukan mereka.
Inisiatif untuk saling membantu pun bermunculan.

“Saya dan beberapa teman, termasuk Marjuki Wiyono dan beberapa rekan lainnya, sepakat untuk patungan, membeli bingkisan kecil untuk orang tua masing-masing,” ungkap Martin.

Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah kesulitan ekonomi, persaudaraan dan kebersamaan tetap terjaga.
Marjuki Wiyono, dengan pengalamannya yang lebih senior, bahkan turut mendorong semangat kebersamaan ini.

Bagi Martin, patungan tersebut lebih bermakna daripada THR dan gaji yang tak diterima. “Meskipun jumlahnya tak seberapa, rasa kebersamaan dan dukungan dari teman-teman seprofesi, termasuk Mas Marjuki dan kawan-kawan, jauh lebih berharga,”  ungkapnya. Ia pun merayakan Lebaran dengan rasa syukur, menemukan kehangatan di tengah keterbatasan finansial. Lebaran tahun ini, THR persahabatan menjadi pengganti THR dan gaji yang tak ada. Kisah Martin dan rekan-rekannya, termasuk Marjuki Wiyono cs, menjadi cerminan semangat kebersamaan dan solidaritas di tengah tantangan ekonomi yang sangat berat.

Penulis: pewarta yang terabaikan

Loading

Berita Terkait

Empat Santri Al Anfas Buka Suara di Polres Demak: ‘Kami Tidak Tahu Apa-Apa , Siap Bongkar Fakta Baru!
Wali Murid SMPN 3 Pucangading Desak SPMB 2026/2027 Transparan, Tolak Praktik Suap dan Manipulasi Domisili
SMK di Kebumen, Dendam Antarsekolah Turun-Temurun Terbongkar!
POLRES KENDAL TURUN TANGAN”  SISWA DISERET KE REALITA BAHAYA BULLYING DAN KENAKALAN REMAJA
Digerebek Dini Hari! Polisi Bubarkan Balap Liar di JLS Pati” 7 Remaja Diamankan
Jelang May Day, Polisi Masuk Sekolah: Siswa Diminta Tak Terprovokasi Aksi
Semarak Hari Kartini! Polisi Turun Tangan Amankan Lomba Kreatif Anak TK di Karanggede
PPDB SDN 1 Bulungan Diduga Tidak Transparan, Wali Murid Minta Disdikpora Jepara Turun Tangan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:41

Empat Santri Al Anfas Buka Suara di Polres Demak: ‘Kami Tidak Tahu Apa-Apa , Siap Bongkar Fakta Baru!

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:19

Wali Murid SMPN 3 Pucangading Desak SPMB 2026/2027 Transparan, Tolak Praktik Suap dan Manipulasi Domisili

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:34

SMK di Kebumen, Dendam Antarsekolah Turun-Temurun Terbongkar!

Senin, 27 April 2026 - 20:28

POLRES KENDAL TURUN TANGAN”  SISWA DISERET KE REALITA BAHAYA BULLYING DAN KENAKALAN REMAJA

Minggu, 26 April 2026 - 11:57

Digerebek Dini Hari! Polisi Bubarkan Balap Liar di JLS Pati” 7 Remaja Diamankan

Kamis, 23 April 2026 - 11:28

Jelang May Day, Polisi Masuk Sekolah: Siswa Diminta Tak Terprovokasi Aksi

Selasa, 21 April 2026 - 18:13

Semarak Hari Kartini! Polisi Turun Tangan Amankan Lomba Kreatif Anak TK di Karanggede

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:23

PPDB SDN 1 Bulungan Diduga Tidak Transparan, Wali Murid Minta Disdikpora Jepara Turun Tangan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!