Rusaknya Jalan di Karangpucung” Agus Adi, Program Perhutani yang Abai Masyarakat

Minggu, 29 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karangpucung, Cilacap||Jejakkasusindonesianews.com, Di tengah geliat pembangunan desa dan upaya membuka akses ekonomi masyarakat, sebuah ironi menyayat hati terjadi di Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Penebangan hutan yang dilakukan Perhutani di desa-desa seperti Ciruyung, Sidamulya, Pamulian, dan Surusunda, yang seyogyanya membawa manfaat, kini justru meninggalkan duka dan kerugian mendalam. Agus Adi Priyanto, seorang aktivis pemerhati kebijakan publik menyoroti dampak buruk yang harus ditanggung masyarakat.

Jalan kabupaten yang merupakan denyut nadi transportasi ekonomi warga dari sektor pertanian, peternakan, hingga akses pendidikan dan kesehatan, kini terganggu. Kerusakan parah ini tak lain disebabkan oleh lalu lintas kendaraan berat bermuatan kayu dari kawasan hutan Perhutani yang melintas.

Masyarakat hanya bisa menelan pil pahit, biaya transportasi melonjak, pemasaran hasil bumi terhambat, anak-anak sekolah kesulitan mencapai bangku belajar, dan layanan kesehatan kian sulit dijangkau.

Yang kian memperparah keadaan, Perhutani disinyalir tidak memiliki alokasi anggaran atau bahkan kewenangan untuk memperbaiki kerusakan jalan yang mereka timbulkan. Aturan formal yang kaku dan tumpang tindih menjadi perisai bagi mereka untuk lepas tangan.

“Agus melihat ini sebagai celah kebijakan yang merugikan masyarakat. Ketika pemerintah daerah berupaya mengalokasikan dana APBD untuk perbaikan, jalan tak lama kemudian kembali rusak dilindas roda besi pengangkut kayu.

Sebuah siklus yang tak berkesudahan, membuang anggaran negara dan mengikis kepercayaan masyarakat.

Kepala Desa se-Kecamatan Karangpucung telah berjuang menyuarakan penderitaan warganya, bahkan menemui Bupati pada 16 Juni 2025 lalu, memohon solusi dan kebijakan yang memihak rakyat. Namun, hingga kini, jalan tetap rusak, dan beban berat terus dipikul masyarakat kecil.

Agus mempertanyakan, apakah masyarakat hanya bisa pasrah? Apakah mereka hanya menjadi penonton atas pembangunan yang sia-sia, anggaran yang terkuras percuma, dan dampak ekonomi yang terus menghimpit?

Dalam pandangannya, sudah saatnya negara hadir secara utuh. Ia menekankan perlunya kejelasan regulasi dan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah daerah, Perhutani, dan lembaga legislatif. Ini hal yang sangat krusial, agar kerugian yang dialami masyarakat tidak terus berulang.

“Jangan biarkan rakyat hanya menjadi penonton dalam kerusakan yang mereka tidak ciptakan, tapi harus mereka tanggung,” tegas Agus.

Karena pada akhirnya, jika negara gagal melindungi akses dasar masyarakat, seperti jalan yang layak, maka pembangunan akan kehilangan maknanya, dan kepercayaan rakyat pun perlahan terkikis. Agus menyerukan agar kebijakan publik benar-benar berpihak pada rakyat, bukan sebaliknya.

(Buyung/Red)

Loading

Berita Terkait

Viral Video Perkelahian Karyawan Pabrik, Polsek Bergas Bergerak Cepat Periksa Sejumlah Saksi
Si Jago Merah Mengamuk ” Hanguskan Bengkel Las di Teras, Polisi Bergerak Cepat Amankan Lokasi!
BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!
Dendam Membara, Pembakar Dua Rumah di Karangawen Akhirnya Dibekuk Polisi
Si Jago Merah Mengamuk di Mranggen Demak, Dua Rumah Milik Perantau Ludes Terbakar
Pelaku Pembakaran Dua Rumah di Karangawen Akhirnya Ditangkap Polisi
Polsek Cepogo Bergerak Cepat! Kebakaran Limbah Kabel Bekas Berhasil Dijinakkan Sebelum Ancam Permukiman Warga
Tragedi di Sabana Merbabu, Pendaki Asal Semarang Meninggal Saat Menuju Puncak

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:05

Viral Video Perkelahian Karyawan Pabrik, Polsek Bergas Bergerak Cepat Periksa Sejumlah Saksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:47

Si Jago Merah Mengamuk ” Hanguskan Bengkel Las di Teras, Polisi Bergerak Cepat Amankan Lokasi!

Senin, 15 Juni 2026 - 23:12

BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:41

Dendam Membara, Pembakar Dua Rumah di Karangawen Akhirnya Dibekuk Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:37

Si Jago Merah Mengamuk di Mranggen Demak, Dua Rumah Milik Perantau Ludes Terbakar

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:01

Pelaku Pembakaran Dua Rumah di Karangawen Akhirnya Ditangkap Polisi

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:55

Polsek Cepogo Bergerak Cepat! Kebakaran Limbah Kabel Bekas Berhasil Dijinakkan Sebelum Ancam Permukiman Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:44

Tragedi di Sabana Merbabu, Pendaki Asal Semarang Meninggal Saat Menuju Puncak

Berita Terbaru

error: Content is protected !!