Proyek Irigasi Mangkrak di Cilacap, Dugaan CV Bodong Mengemuka

redaksi

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP | Jejakkasusindonesianews.com– Proyek Irigasi Air Tanah Dangkal di Desa Layansari, Gandrungmangu, yang dibiayai APBD, kini tersangkut dugaan maladministrasi dan praktik KKN. Proyek yang seharusnya menyejahterakan ratusan petani ini terhenti jauh melewati batas kontrak 15 November 2025.

Konsultan pengawas proyek, Dimas, mengungkap bahwa kontraktor, CV Bintang Surya Kencana, bersikap membandel dan mengabaikan seluruh teguran tertulis. Pelaksana lapangan, Riyan, serta direksi kontraktor pun bungkam saat dikonfirmasi media, menimbulkan pertanyaan soal akuntabilitas.

DPRD Cilacap melalui Komisi B menemukan kejanggalan sejak awal, yaitu keterlambatan penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK). Mulyadi Tanjung alias Bang Buyung menyoroti hal ini, menuding Dinas Pertanian bertanggung jawab atas penundaan yang menghambat progres proyek.

Lebih mengkhawatirkan, sumber dari kalangan rekanan mengungkap praktik mafia proyek, termasuk “titipan paket” dan pemberian pekerjaan kepada CV fiktif (CV bodong). Pertanyaan kunci muncul: siapa pejabat Dinas Pertanian yang meloloskan entitas fiktif ini?

Bang Buyung mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat, dan BPK segera melakukan audit menyeluruh. “Kegagalan proyek ini bukan sekadar masalah teknis, tapi bukti nyata maladministrasi yang merugikan petani dan keuangan negara,” tegasnya.

Proyek mangkrak ini menyoroti lemahnya monitoring dan evaluasi (monev) oleh Dinas Pertanian, sekaligus membuka dugaan intervensi pihak luar dalam pengadaan proyek. Audit total dan pemanggilan PPK serta direksi CV Bintang Surya Kencana menjadi langkah penting untuk membongkar skandal ini.

(Tiem&Red)

Berita Terkait

Jeritan Satlinmas Tak Boleh Diremehkan: Kesejahteraan Masih Terpinggirkan!!
Diduga Timbun Solar Ilegal, PT RizQi Artha Sejahtera di Terboyo Wetan Jadi Sorotan Publik
11,81 Gram Sabu Digulung Polisi! Dua Pengedar Dibekuk Satresnarkoba Polresta Banyumas
Rakyat Antre Gas, Mafia Panen Untung! Polda Jateng Bongkar Kejahatan LPG Subsidi
Bekas Galian C Dibiarkan Menganga, Jalan Bayumeneng di Ambang Amblas—Warga Bongkar Dugaan Main Mata Oknum Kecamatan
Lapor Bapak Kapolri! Warung Aceh Diduga Jual Obat Keras Bebas di Pekalongan, Anak Sekolah Jadi Korban
Dugaan Pungli Terstruktur di Lapas Kelas IIB Cilacap Terbongkar, Mantan WBP Beberkan Peran Orang Kepercayaan,Sipir!!
Tambang Galian C Membandel di Jateng, ESDM Murka: Ngeyel Dicabut, Main Malam Disikat!

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:49

Jeritan Satlinmas Tak Boleh Diremehkan: Kesejahteraan Masih Terpinggirkan!!

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:27

Diduga Timbun Solar Ilegal, PT RizQi Artha Sejahtera di Terboyo Wetan Jadi Sorotan Publik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:50

11,81 Gram Sabu Digulung Polisi! Dua Pengedar Dibekuk Satresnarkoba Polresta Banyumas

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:40

Rakyat Antre Gas, Mafia Panen Untung! Polda Jateng Bongkar Kejahatan LPG Subsidi

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:46

Bekas Galian C Dibiarkan Menganga, Jalan Bayumeneng di Ambang Amblas—Warga Bongkar Dugaan Main Mata Oknum Kecamatan

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:57

Lapor Bapak Kapolri! Warung Aceh Diduga Jual Obat Keras Bebas di Pekalongan, Anak Sekolah Jadi Korban

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:58

Dugaan Pungli Terstruktur di Lapas Kelas IIB Cilacap Terbongkar, Mantan WBP Beberkan Peran Orang Kepercayaan,Sipir!!

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:27

Tambang Galian C Membandel di Jateng, ESDM Murka: Ngeyel Dicabut, Main Malam Disikat!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!