Pedagang Semarang Resah Auto Debet Retribusi”  Kebijakan Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat Kecil

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | M.Supadi

SEMARANG | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM — Rencana penerapan sistem pembayaran retribusi pasar melalui auto debet bank swasta menuai keresahan di kalangan pedagang pasar di Kota Semarang. Kebijakan ini dinilai berpotensi menambah beban pelaku usaha kecil di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil dan daya beli masyarakat yang masih melemah.

Sejumlah pedagang mengeluhkan mekanisme auto debet yang dianggap tidak fleksibel dan tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Salah satunya SN (53), yang menyebut bahwa potongan retribusi tetap dilakukan meskipun pedagang tidak berjualan.

“Sekarang buka rekening harus setor Rp100 ribu. Lalu tiap bulan otomatis terpotong, jualan atau tidak. Padahal kondisi pasar lagi sepi, ekonomi juga belum pulih. Tidak ada solusi dari pemerintah,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip dasar retribusi yang seharusnya dikenakan atas aktivitas usaha yang berjalan. Sistem auto debet yang bersifat kaku justru dinilai mengabaikan aspek keadilan, terutama bagi pedagang kecil dengan penghasilan yang tidak menentu.

Dari perspektif advokasi, pemerintah daerah diminta untuk mengkaji ulang kebijakan ini secara menyeluruh. Digitalisasi melalui sistem e-retribusi memang merupakan langkah maju dalam tata kelola keuangan daerah, namun implementasinya harus tetap memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Pengamat menilai, sistem auto debet berisiko menghilangkan ruang dialog antara pemerintah dan pedagang. Tanpa fleksibilitas, kebijakan ini dapat memicu ketidakpercayaan dan memperlebar jarak antara regulator dan pelaku usaha kecil.

Untuk itu, diperlukan langkah korektif dan progresif dari pemerintah daerah. Di antaranya dengan menyediakan opsi metode pembayaran yang lebih variatif, menghapus kewajiban pembayaran saat pedagang tidak beroperasi, serta memastikan tidak ada biaya tambahan dari layanan perbankan yang membebani.

Selain itu, transparansi dalam pengelolaan dana retribusi juga menjadi hal krusial. Pedagang perlu mengetahui secara jelas manfaat dari kontribusi yang mereka bayarkan, agar tercipta kepercayaan dan partisipasi yang lebih baik.

Kebijakan publik yang efektif tidak hanya mengejar efisiensi administratif, tetapi juga harus berpihak pada keadilan sosial. Aspirasi pedagang menjadi elemen penting dalam perumusan kebijakan yang inklusif, demi menjaga keberlangsungan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Berita Terkait

Ketua BEM UGM Soroti KDMP, Dinilai Berpotensi Jadi Alat Tekanan Politik Desa
Celosia Disorot! Wahana Diduga Ilegal Tetap Beroperasi” Pengawasan Pemkab Semarang Dipertanyakan??
Jelang Pengukuhan, Dekopinwil Jateng Gaspol Konsolidasi: Siap Guncang Gerakan Koperasi Lebih Modern dan Berdaya!
WFH ASN Tiap Jumat di Semarang, Pemkot Bidik Penghematan BBM Tanpa Ganggu Layanan Publi
Ironi Karangpucung: Lapangan Olahraga Berubah Jadi Terminal Dadakan
Bazar Murah dan Terapi Totok Punggung Diserbu Warga, Nisfu Sya’ban Muteran Semarang Berlangsung Meriah
Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Polri Kini Jaga Harga Jagung Petani
Lapak Karya Warga Binaan Dapat Apresiasi dari Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:40

Pedagang Semarang Resah Auto Debet Retribusi”  Kebijakan Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat Kecil

Sabtu, 25 April 2026 - 10:20

Ketua BEM UGM Soroti KDMP, Dinilai Berpotensi Jadi Alat Tekanan Politik Desa

Selasa, 14 April 2026 - 07:01

Celosia Disorot! Wahana Diduga Ilegal Tetap Beroperasi” Pengawasan Pemkab Semarang Dipertanyakan??

Selasa, 14 April 2026 - 06:28

Jelang Pengukuhan, Dekopinwil Jateng Gaspol Konsolidasi: Siap Guncang Gerakan Koperasi Lebih Modern dan Berdaya!

Kamis, 2 April 2026 - 12:20

WFH ASN Tiap Jumat di Semarang, Pemkot Bidik Penghematan BBM Tanpa Ganggu Layanan Publi

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:59

Ironi Karangpucung: Lapangan Olahraga Berubah Jadi Terminal Dadakan

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:52

Bazar Murah dan Terapi Totok Punggung Diserbu Warga, Nisfu Sya’ban Muteran Semarang Berlangsung Meriah

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:36

Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Polri Kini Jaga Harga Jagung Petani

Berita Terbaru

error: Content is protected !!