Laporan | Adi Winarko
Semarang | jejakkasusindonesianews.com- Bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan Kalialang Lama RT 05 RW 01, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, semakin menunjukkan kondisi darurat seiring pergerakan tanah yang belum stabil dan terus meluas (5 Mei 2026).
Data terbaru di lapangan mencatat 3 unit rumah warga mengalami kerusakan total hingga tidak dapat lagi dihuni. Sementara itu, 7 rumah lainnya berada dalam ancaman langsung, akibat retakan tanah yang terus berkembang mendekati area bangunan.
Ketua RT 05 RW 01, Sabar Wahyudi, menyampaikan bahwa kondisi tersebut berpotensi memburuk apabila tidak segera dilakukan langkah penanganan.
“Total yang potensi terdampak ada 7 rumah, yang sudah benar-benar rusak dan tidak bisa dihuni ada 3 rumah,” ujarnya (5 Mei 2026).
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengungkapkan bahwa kejadian ini merupakan rangkaian bencana yang telah terjadi sebelumnya di lokasi yang sama. Pada 26 Maret 2026, longsor lebih dulu berdampak pada 1 rumah milik Ibu Markonah (60 tahun), dengan 1 KK berjumlah 2 jiwa.
Tidak berselang lama, peristiwa serupa kembali terjadi pada 2 Mei 2026, yang menyebabkan 2 rumah tambahan ikut terdampak, sehingga total kini mencapai 3 rumah dalam kondisi rusak berat.
BPBD Kota Semarang saat ini terus melakukan koordinasi lintas instansi serta pemantauan intensif, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi menimbulkan longsor susulan sewaktu-waktu.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila tanda-tanda pergerakan tanah semakin terlihat, guna menghindari risiko korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.







