Laporan | Adi Winarko
KABUPATEN SEMARANG | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Sebanyak 44 praktisi terapi dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Kopdar RESISTA 2026 yang digelar di Wisma Theresia Bandungan, Kabupaten Semarang, pada 27–28 Juni 2026. Peserta berasal dari Bogor, Jakarta, Wonosobo, serta sejumlah kota lainnya.
Mengusung tema “Rise – Heal – Impact”, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, berbagi pengalaman, serta peningkatan kompetensi bagi para terapis dari berbagai metode terapi yang berkembang di Indonesia.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (27/6) pukul 19.00 WIB dengan registrasi dan kedatangan peserta. Sesi pembuka diisi materi Seni Membaca Wajah (Face Reading) yang memberikan pemahaman mengenai teknik mengenali karakter dan kondisi seseorang melalui raut wajah.
Memasuki hari kedua, Minggu (28/6), peserta memperoleh pembekalan mengenai Pengantar Iridologi Mata serta materi tentang fungsi dan pemanfaatan herbal sebagai penunjang praktik terapi yang aman dan bermanfaat.
Founder RESISTA, Gondo Edi Triwibowo, tampil sebagai narasumber utama dengan membagikan pengalaman serta konsep pengembangan terapi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Materi selanjutnya disampaikan oleh Master Deded Sani, Founder Retusi Nasional, yang mengulas pentingnya kolaborasi antarpraktisi terapi.
Salah seorang peserta, Subardi, mengaku sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Kopdar RESISTA menjadi wadah yang efektif untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus menambah wawasan melalui pertukaran ilmu antarterapis.
“Harapan saya, Kopdar RESISTA ini dapat menjadi ajang silaturahmi antarpraktisi terapi di tingkat nasional. Selain mempererat persaudaraan, kami juga memperoleh sharing ilmu antarterapis maupun wawasan langsung dari Gurunda Gondo sebagai Founder RESISTA dan Master Deded Sani sebagai Founder Retusi Nasional. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan semoga dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Master Deded Sani menegaskan bahwa Kopdar RESISTA merupakan wadah sinergi berbagai metode terapi yang saling melengkapi.
“Kopdar ini merupakan sinergi dari berbagai macam terapi. Pengaplikasian berbagai metode yang dipadukan akan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu, peningkatan kompetensi para terapis, sekaligus memperkuat kolaborasi demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh tambahan wawasan dan keterampilan, tetapi juga membangun jejaring kerja sama antarterapis dari berbagai daerah. Diharapkan, sinergi tersebut mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan terapi kepada masyarakat sekaligus memperkuat eksistensi praktisi terapi di tingkat nasional.







