Hutan Negara Diduga Disewakan Jadi Ladang Jagung, Oknum Perhutani Bungkam” Klarifikasi Berujung Emosi!!!

redaksi

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB.SEMARANG |JKI – Skandal dugaan penyalahgunaan hutan produktif milik negara mencuat di kawasan RPH Watugajah, BKPH Jembolo Selatan, Jawa Tengah. Lahan hutan Perhutani yang semestinya menjadi benteng ekologi justru diduga dikomersialkan dan dialihfungsikan menjadi kebun jagung, memunculkan indikasi praktik ilegal yang berpotensi merugikan negara dan merusak lingkungan secara masif.

Investigasi lapangan pada Jumat (12/12/2025) menemukan fakta mencengangkan. Area yang seharusnya dipenuhi tegakan pohon keras nyaris lenyap, digantikan hamparan tanaman jagung. Sejumlah pesanggem secara terbuka mengakui menyewa lahan hutan dengan tarif sekitar Rp700.000 per tahun.

Tak berhenti di situ, para pesanggem juga mengaku dikenakan setoran tambahan setiap kali panen, dengan nilai bervariasi mulai Rp50.000 hingga Rp400.000.
“Setoran kami berikan ke ketua kelompok, lalu disampaikan ke mantri,” ungkap salah satu pesanggem, mengindikasikan adanya alur pungutan terstruktur di lapangan.

Keterangan tersebut diperkuat pengakuan warga sekitar yang memilih anonim demi keamanan. Ia menyebut sekitar 90 persen kawasan hutan telah berubah total menjadi kebun jagung.
“Hutan itu seharusnya jadi penyangga air dan cegah longsor. Sekarang pohon besar hampir tidak ada, yang terlihat cuma jagung,” ujarnya.
Alih fungsi hutan ini disebut meluas di wilayah Borangan, Candi, Penawangan, hingga Watugajah, memperlihatkan skala kerusakan yang tidak kecil.

Ironisnya, ketika dikonfirmasi, Kepala RPH Watugajah, Dwi, justru tidak memberikan klarifikasi substantif. Alih-alih menjelaskan, yang bersangkutan merespons dengan nada emosional dan enggan menjawab pertanyaan.
Sementara itu, Kepala BKPH Jembolo Selatan, Didik, memilih bungkam, meski telah dihubungi berulang kali hingga berita ini diterbitkan.

Sikap diam para pejabat kehutanan ini menuai sorotan tajam. Penasihat Gibas Jawa Tengah, T. Turido, menilai dugaan tersebut tidak bisa dianggap sepele dan harus segera diusut aparat penegak hukum.
“Kami mendesak APH, khususnya Unit Tipidter Polres Semarang dan Polda Jawa Tengah, segera turun ke lapangan. Jika benar hutan negara disewakan dan dipungut biaya, ini bukan pelanggaran ringan. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Dugaan komersialisasi hutan negara ini kini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Publik menunggu langkah nyata, bukan sekadar diam, untuk memastikan hutan negara tidak terus dijadikan ladang bisnis oleh oknum yang berlindung di balik kewenangan.

(Ria & Tiem)

Berita Terkait

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung
Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu
BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!
DPR RI dan DPR Aceh Jangan Jadi Penonton ” Korban Banjir Aceh Timur Butuh Aksi Nyata Bukan Janji
Kesabaran Warga Bergas Habis ” Jalan Rusak Parah Diprotes dengan Pohon Pisang
Aktivitas Tambang Batu di Kali Petung Disorot, Warga Desak Audit Perizinan dan Dokumen Lingkungan
EMPAT SANTRI DI DEMAK AJUKAN KEBERATAN, PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM PERKARA
Penataan Lahan PT GMS di Pringapus Dipertanyakan, Dugaan Belum Berizin Mencuat

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:18

Janji Manis Tinggal Janji? Tiga Tahun Konsumen Zakira Residence 4 Tlogo Menanti Rumah, Uang Puluhan Juta Menggantung

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:28

Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu

Senin, 15 Juni 2026 - 23:12

BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:12

DPR RI dan DPR Aceh Jangan Jadi Penonton ” Korban Banjir Aceh Timur Butuh Aksi Nyata Bukan Janji

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:09

Kesabaran Warga Bergas Habis ” Jalan Rusak Parah Diprotes dengan Pohon Pisang

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:37

Aktivitas Tambang Batu di Kali Petung Disorot, Warga Desak Audit Perizinan dan Dokumen Lingkungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:44

EMPAT SANTRI DI DEMAK AJUKAN KEBERATAN, PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM PERKARA

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:40

Penataan Lahan PT GMS di Pringapus Dipertanyakan, Dugaan Belum Berizin Mencuat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!