CILACAP| Jejakkasusindonesianews.com –Dugaan permainan kotor BBM bersubsidi kembali tercium menyengat. Kali ini, praktik diduga “nyelengi” Pertalite menyeruak di SPBU kawasan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.
Bukan isapan jempol. Sejumlah pewarta yang hendak mengisi BBM saat perjalanan meliput banjir di Wanareja justru menjadi korban penolakan sepihak oleh operator SPBU.
Barcode Sah Ditolak, Warga Dipersulit
Para pewarta yang menggunakan mobil Grandmax telah menyiapkan barcode resmi MyPertamina. Namun, operator mendadak menolak pengisian dengan alasan ganjil:
foto kendaraan di aplikasi tidak menampilkan nomor polisi.
“Operator berdalih fotonya tidak kelihatan nopol, jadi tidak bisa dilayani,” ujar seorang pewarta yang direkam dalam video kejadian.
Kejanggalannya jelas:
MyPertamina adalah platform resmi Pertamina. Jika sistem eror, mengapa justru pengguna yang dikorbankan?
Modus Diduga Sistematis: Stok Disembunyikan untuk Mitra Pengangsu
Penolakan berkedok SOP diduga hanyalah tameng. Berdasarkan penelusuran di lokasi, penolakan Pertalite kepada pengguna sah terjadi berulang.
Namun, di saat bersamaan, kendaraan yang diduga milik pelangsir justru bisa mengisi BBM dalam jumlah besar, bahkan menggunakan tangki modifikasi (tangki ‘kencing’).
Video rekaman pada pukul 14.27 WIB memperlihatkan warga mempertanyakan keras mengapa mereka tidak dilayani sementara pelangsir justru diprioritaskan.
Petugas tak mampu memberi jawaban selain kalimat klise: “Sesuai SOP.”
Pernyataan normatif tanpa penjelasan rinci inilah yang memperkuat dugaan bahwa stok Pertalite sengaja ditahan untuk kelompok tertentu.
Penyelewengan BBM Subsidi = Tindak Pidana
Jika dugaan penahanan stok dan praktik pelangsir benar terjadi, maka tindakan tersebut jelas melanggar:
UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi,
dengan ancaman penjara dan denda miliaran rupiah.
Dampak penyimpangan ini sangat merugikan publik:
- Warga kecil tak kebagian BBM subsidi, terpaksa membeli BBM non-sub yang lebih mahal.
- Subsidi negara bocor ke mafia BBM, dijual kembali dengan harga tinggi.
- Citra SPBU rusak, kepercayaan masyarakat digerus permainan segelintir oknum.
Tuntutan Publik: Audit Pertamina & Langkah Tegas Polisi
Masyarakat dan jurnalis mendesak:
1. Pertamina & Hiswana Migas Cilacap
Segera melakukan audit menyeluruh, mengecek:
- stok harian,
- data distribusi,
- pola penjualan,
- potensi manipulasi input aplikasi.
2. Polresta Cilacap (Satreskrim)
Melakukan penyelidikan dugaan:
- penimbunan BBM subsidi,
- pelangsiran terorganisir,
- permainan operator dan oknum SPBU.
Jika terbukti, semua pihak yang terlibat wajib ditindak tanpa pandang bulu.
Investigasi Masih Berlanjut
Tim Jejakkasusindonesianews.com akan terus menelusuri fakta dan meminta keterangan resmi dari:
- Pertamina,
- Hiswana Migas,
- Kapolresta Cilacap,
- Pengelola SPBU Majenang.
Publik menunggu: apakah kasus ini akan dibuka terang-benderang, atau kembali ditutup rapi demi melindungi mafia BBM?
[Tiem/Red]






