7 Bulan Pasca Banjir, Korban dan Pelaku UMKM di Aceh Timur Pertanyakan Kejelasan Bantuan Jadup dan Stimulan

redaksi

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok : Ilustrasi

Laporan | Hendrika S
ACEH TIMUR | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Tujuh bulan pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur, masyarakat korban bencana serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai mempertanyakan kejelasan realisasi bantuan yang hingga kini belum mereka terima.

Berbagai kalangan yang terdampak banjir mengaku masih menunggu kepastian terkait bantuan pascabencana, baik berupa bantuan UMKM, Jaminan Hidup (Jadup), bantuan stimulan, maupun bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Salah seorang pedagang di Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur, yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial I, mengaku kondisi usahanya hingga saat ini belum sepenuhnya pulih akibat dampak banjir yang terjadi beberapa bulan lalu.

“Kami sudah hampir tujuh bulan pasca banjir. Modal usaha semakin menipis, bahkan ada yang sudah habis. Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan bantuan UMKM maupun bantuan korban banjir akan direalisasikan. Kami tidak tahu harus mengadu ke mana lagi,” ujarnya kepada media ini.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu para pedagang dan pelaku usaha kecil bangkit kembali setelah mengalami kerugian akibat bencana.

Hal senada disampaikan M, seorang pengusaha pangkas rambut di Aceh Timur. Ia mengatakan kondisi ekonomi para pelaku usaha kecil semakin sulit karena keterbatasan modal usaha dan belum adanya bantuan yang diterima.

“Kami sudah lelah menunggu. Modal usaha terus berkurang, sementara bantuan UMKM dan bantuan pasca banjir belum juga cair. Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian agar para pelaku usaha kecil bisa bangkit kembali dan meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya.

Selain pelaku usaha, masyarakat korban banjir juga mempertanyakan kelanjutan bantuan Jadup dan stimulan yang sebelumnya sempat disampaikan akan diberikan kepada korban terdampak.
Salah seorang warga Kecamatan Pante Bidari mengatakan masyarakat masih menunggu kepastian terkait bantuan yang disebut-sebut akan menyasar ribuan penerima manfaat.

“Kami masih bertanya-tanya apakah bantuan banjir seperti Jadup, stimulan, dan bantuan kerusakan rumah masih ada kelanjutannya. Untuk tahap berikutnya kapan direalisasikan, sampai sekarang belum ada informasi yang pasti,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dapat terus memperjuangkan hak-hak korban banjir sebagaimana komitmen yang pernah disampaikan sebelumnya.

“Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah, walaupun itu hanya Jadup ataupun stimulan. Di beberapa daerah lain bantuan untuk korban banjir sudah berjalan hingga beberapa tahap. Sementara di Aceh Timur masyarakat masih menunggu kejelasan,” tambahnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Aceh, maupun Pemerintah Pusat dapat segera memberikan informasi dan kepastian terkait proses penyaluran bantuan bagi korban banjir, sehingga para warga terdampak dapat kembali bangkit dan memulihkan kondisi ekonomi mereka yang sempat terpuruk akibat bencana.

Hingga berita ini ditayangkan, masyarakat masih menantikan penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai perkembangan dan realisasi bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Timur.

Berita Terkait

Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu
KEADILAN BELUM TUNTAS! Kuasa Hukum Korban Desak 5 Terduga Pelaku Kasus Pemerkosaan di Aceh Timur Segera Ditangkap
BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!
Duel Seru di Loyalty Mini Soccer, Wasit Aceh Timur Tumbangkan Legend Referee Sumut 7-5
Masa Muda Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora Diabdikan untuk Memburu Pelaku Kejahatan dan Memperkuat Intelijen Kepolisian
DPR RI dan DPR Aceh Jangan Jadi Penonton ” Korban Banjir Aceh Timur Butuh Aksi Nyata Bukan Janji
Kesabaran Warga Bergas Habis ” Jalan Rusak Parah Diprotes dengan Pohon Pisang
Aktivitas Galian C di Perbatasan Sembung–Kalibalik Batang Dikeluhkan Warga, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:25

7 Bulan Pasca Banjir, Korban dan Pelaku UMKM di Aceh Timur Pertanyakan Kejelasan Bantuan Jadup dan Stimulan

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:28

Sidak Proyek Nandanavana ” Pemkab Semarang Telusuri Dugaan Pelanggaran Izin Wisata di Lereng Merbabu

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:10

KEADILAN BELUM TUNTAS! Kuasa Hukum Korban Desak 5 Terduga Pelaku Kasus Pemerkosaan di Aceh Timur Segera Ditangkap

Senin, 15 Juni 2026 - 23:12

BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36

Duel Seru di Loyalty Mini Soccer, Wasit Aceh Timur Tumbangkan Legend Referee Sumut 7-5

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:24

Masa Muda Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora Diabdikan untuk Memburu Pelaku Kejahatan dan Memperkuat Intelijen Kepolisian

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:12

DPR RI dan DPR Aceh Jangan Jadi Penonton ” Korban Banjir Aceh Timur Butuh Aksi Nyata Bukan Janji

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:09

Kesabaran Warga Bergas Habis ” Jalan Rusak Parah Diprotes dengan Pohon Pisang

Berita Terbaru

error: Content is protected !!