Laporan | Witriyani
BOYOLALI | JEJAKKAAUSINDONESIANEWS.COM- Tiga pekerja kandang ayam di Dukuh Karangboyo RT 001 RW 004, Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, ditemukan tak sadarkan diri dengan kondisi mulut berbusa di dalam kamar tunggu anak kandang, Selasa (9/6/2026). Polisi menduga para korban mengalami keracunan gas yang berasal dari sisa pembakaran briket arang di ruangan tertutup.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 12.07 WIB oleh dua karyawan kandang, Irsa dan Fajar Agus Saputro, yang datang untuk melakukan pengecekan rutin. Saat tiba di lokasi, keduanya mendapati gerbang dalam keadaan tertutup dan tidak mendapat respons ketika memanggil para pekerja yang berada di dalam area kandang.
Merasa ada yang tidak beres, Fajar kemudian masuk ke lokasi dan membuka pintu kamar anak kandang. Di dalam ruangan itu, ia mendapati tiga pekerja tergeletak lemas dalam kondisi tidak sadar dengan mulut berbusa.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pemilik kandang, Joko Jasmanto, yang kemudian meneruskan informasi itu kepada Polsek Ampel.
Menerima laporan, personel Polsek Ampel bersama tenaga kesehatan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Ketiga korban sempat mendapat penanganan awal di Puskesmas Tengaran sebelum dirujuk ke RSUD Pandan Arang Boyolali guna menjalani perawatan intensif.
Hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP) mengarah pada dugaan keracunan gas yang berasal dari sisa pembakaran briket arang yang digunakan di dalam ruangan. Dugaan tersebut masih didalami untuk memastikan penyebab pasti insiden.
Kapolsek Ampel IPTU Edhy Nugroho, S.H., M.H., mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik guna mengungkap penyebab kejadian secara ilmiah.
“Penyelidikan masih berlangsung. Kami telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penyebab peristiwa tersebut. Saat ini para korban masih menjalani perawatan medis,” ujar IPTU Edhy Nugroho.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja, khususnya penggunaan bahan bakar briket atau sumber pembakaran lain di ruang tertutup tanpa ventilasi memadai, karena berpotensi menimbulkan gas berbahaya yang mengancam keselamatan jiwa.







