Laporan | Witriyani
KAB SEMARANG | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Niat membantu menguras sumur milik tetangga berujung maut. Seorang warga Dusun Randusari, Desa Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur saat melakukan pengurasan pada Minggu (7/6/2026) siang.
Korban diketahui bernama Purnomo (53), warga Dusun Randusari RT 20 RW 04, Desa Tengaran. Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 14.24 WIB di sumur milik Tri Hartanto yang berada di RT 19 RW 04, desa yang sama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama dua rekannya diminta membantu menguras sumur. Saat proses berlangsung, korban turun ke dalam sumur untuk menyalakan mesin pompa air agar air dapat disedot keluar.
Setelah pompa berhasil dinyalakan dan air mulai mengalir, salah satu rekan korban mengulur selang ke dalam sumur. Namun tak lama kemudian, rekan lainnya berteriak karena melihat korban terjatuh ke dasar sumur.
Pemilik sumur, Tri Hartanto, mengaku sempat berupaya memberikan pertolongan dengan turun ke dalam sumur. Namun upaya tersebut gagal setelah muncul kepulan asap atau gas dari dalam sumur yang diduga membahayakan keselamatan.
“Mengetahui korban terjatuh ke dalam sumur, saya berusaha turun untuk mematikan mesin sekaligus menolong korban. Namun sebelum sampai ke bawah, dari dalam sumur keluar banyak asap. Saya akhirnya naik kembali ke atas dan dibantu rekan korban. Setelah itu warga mulai berdatangan,” ujar Tri Hartanto.
Mendapat laporan kejadian, petugas Damkar Pos Tengaran, Polsek Tengaran, Puskesmas Tengaran, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan, serta warga sekitar segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan sejumlah unsur lintas instansi.
“Korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur, namun saat ditemukan kondisinya sudah meninggal dunia.
Evakuasi dilakukan bersama oleh Damkar Pos Tengaran, Damkar Kota Salatiga, Puskesmas Tengaran, Polsek Tengaran, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan dan masyarakat sekitar,” jelas Anang Sukoco.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pekerjaan di dalam sumur atau ruang tertutup lainnya yang berpotensi mengandung gas beracun maupun kekurangan oksigen.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.







