Laporan |M.Supadi
Kab Semarang |Jejakkasusindonesianews.com Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur wisata pegunungan Umbul Sidomukti, tepatnya di turunan Mrigen, Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.
Insiden tersebut melibatkan sepeda motor Honda Scoopy K 4734 PR yang diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun yang cukup curam.
Peristiwa ini menimpa satu keluarga wisatawan asal Pedurungan, Kota Semarang, yakni Widyanti (34), suaminya Roy (34), serta anak perempuan mereka yang masih berusia 5 tahun. Ketiganya diketahui hendak pulang usai menginap di kawasan wisata tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB saat korban melintasi turunan Mrigen. Diduga sistem pengereman kendaraan tidak berfungsi optimal akibat panas berlebih, sehingga sepeda motor tak dapat dikendalikan dan akhirnya terperosok ke kebun milik warga.
Akibat kejadian itu, Widyanti mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis, sementara suami dan anaknya selamat. Warga sekitar yang mengetahui kejadian sempat panik dan tidak berani melakukan evakuasi, lalu segera melaporkan ke petugas Pos Pengamanan (Pospam) Bandungan.
Petugas yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke lokasi bersama pihak pengelola wisata. Korban kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan operasional menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Roy, suami korban, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian dirinya sudah merasakan adanya gangguan pada rem sepeda motor.
“Saat di turunan, rem mulai tidak pakem, bahkan sekitar 50 meter sebelum lokasi sudah terasa blong. Padahal sebelumnya sempat kami guyur air, tapi karena jalan ramai dan harus sering mengerem, akhirnya tidak berfungsi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat petugas di lapangan yang sigap membantu proses evakuasi hingga korban segera mendapatkan penanganan.
Sementara itu, Kapospam Bandungan AKP Solekhan menyatakan bahwa pihaknya langsung merespons laporan masyarakat dengan cepat.
“Anggota segera menuju lokasi, melakukan evakuasi, dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis secepatnya,” jelasnya.
Warga sekitar menyebutkan bahwa turunan Mrigen memang dikenal rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara yang tidak terbiasa dengan medan curam.
Polisi mengimbau para pengguna jalan, khususnya wisatawan, agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur menurun dan berkelok. Pengendara diminta tidak terlalu sering menggunakan rem secara terus-menerus karena dapat menyebabkan panas berlebih hingga berujung rem blong.
Selain itu, pengemudi juga disarankan memanfaatkan fasilitas tong air yang tersedia di sepanjang jalur serta memastikan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, dalam keadaan prima sebelum memasuki kawasan wisata pegunungan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan berkendara tidak hanya dipengaruhi kondisi jalan, tetapi juga kesiapan kendaraan dan kewaspadaan pengemudi, terutama di jalur ekstrem seperti kawasan wisata pegunungan






