Surakarta |Jejakkasusindonesianews.com- Dugaan praktik mafia solar di Kota Surakarta kembali menyeruak, bahkan kian terang-terangan. SPBU 44.575.11 disebut-sebut menjadi lokasi favorit para pelaku untuk menguras solar subsidi menggunakan modus ganti pelat nomor dan barcode, tanpa sentuhan pengawasan berarti.(10/12]
Tim media yang melakukan penelusuran di lapangan mendapati sebuah mobil L300 mengisi solar Rp200 ribu. Namun kejanggalan langsung muncul ketika ditemukan tangki modifikasi tersembunyi di bak kendaraan, ditutup terpal layaknya muatan biasa. Sopir hanya mengaku “bekerja untuk seseorang” dan enggan membeberkan siapa dalang di balik operasi tersebut — indikasi kuat bahwa praktik ini bukan kerjaan kecil, tapi permainan terstruktur.
Sementara itu, mandor SPBU bernama Angga mencoba meremehkan temuan tersebut.
“Monggo kalau mau di-up. Beli nggak lebih dari 200 ribu kok,” ujarnya enteng, seakan tidak peduli dengan dugaan penggelapan BBM bersubsidi yang jelas-jelas menggerogoti hak masyarakat.
Di sisi lain, keluhan warga kian memuncak. Mereka harus mengantri panjang, bahkan barcode subsidi milik mereka sering terblokir — diduga akibat sistem mendeteksi lonjakan transaksi mencurigakan yang dilakukan para pengangsu nakal.
“Sering nggak bisa ngisi. Barcodenya keblokir. Solar buat kerja malah diserobot mafia,” keluh salah satu warga.
Padahal, aturan hukum tidak main-main. Pasal 55 UU Migas menyebut penyalahgunaan BBM subsidi bisa dihukum hingga 6 tahun penjara dan denda Rp60 miliar. Namun, ancaman berat itu tampaknya tidak membuat jera para pelaku yang diduga sudah lama bermain nyaman di wilayah ini.
Temuan ini kembali menguak lemahnya pengawasan dan membuka pertanyaan besar: sampai kapan mafia BBM dibiarkan merampas hak rakyat kecil?
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, termasuk Satgas Migas Polri, turun tangan dan menindak tegas siapa pun yang terlibat, baik pelaku lapangan maupun oknum yang diduga membekingi.
Jika praktik ini terus dibiarkan, bukan hanya negara yang dirugikan, tetapi keadilan sosial bagi rakyat kecil akan semakin diinjak-injak oleh para mafia yang makin tak tersentuh.(Red&Tiem)






