Warga Salatiga & Kab. Semarang Resah Ulah Debt Collector, Elbeha Barometer Desak Aparat Bertindak

redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Kang Adi

SALATIGA | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Aksi brutal debt collector kembali jadi momok menakutkan bagi masyarakat Salatiga dan Kabupaten Semarang. Alih-alih menjalankan prosedur hukum, oknum penagih utang ini justru kerap seenaknya merampas kendaraan di jalanan, memicu keresahan publik.

Ketua Lembaga Elbeha Barometer, Sri Hartono, menegaskan praktik penarikan paksa kendaraan oleh debt collector sama sekali tidak memiliki dasar hukum. “Mereka sering menarik kendaraan di jalan hanya karena telat angsuran. Itu jelas melanggar hukum dan merugikan masyarakat,” tegasnya, Kamis (2/10/2025).

Hartono menekankan, eksekusi kendaraan hanya bisa dilakukan melalui pengadilan. “Debt collector tidak punya kewenangan apa pun. Negara punya mekanisme hukum jelas. Aparat jangan tinggal diam,” ujarnya lantang.

Ia pun mendesak kepolisian segera turun tangan menertibkan aksi liar tersebut. Menurutnya, jika praktik ini terus dibiarkan, potensi keributan bahkan jatuhnya korban jiwa tinggal menunggu waktu.

“Jangan tunggu ada korban baru bertindak. Polisi harus proaktif melindungi rakyat dari aksi premanisme berkedok debt collector,” tandasnya.

Lebih jauh, Sri Hartono mengajak masyarakat agar berani melawan tindakan intimidatif penarikan paksa. “Kalau ada debt collector bertindak sewenang-wenang, laporkan segera! Jangan takut, ini soal hukum, bukan urusan pribadi. Rakyat berhak mendapat perlindungan,” pungkasnya.

Fakta di lapangan menunjukkan keresahan warga bukan isapan jempol. Beberapa warga mengaku sering menyaksikan kendaraan dirampas di jalan raya hingga menimbulkan keributan terbuka. Situasi ini jelas mencederai rasa aman dan nyaman masyarakat.

Elbeha Barometer menilai, tanpa penertiban aparat, praktik ilegal ini akan terus berulang. Masyarakat pun akan terus menjadi korban kejahatan berkedok penagihan.(..)

 

 

 

 

Berita Terkait

Dramatis! Aksi Curanmor di Solo Digagalkan Warga, Pelaku Positif Narkoba Langsung Diringkus Polisi!!
DePA-RI Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus
Perang Sarung Berujung Pembacokan di Mranggen, Tiga Remaja Diamankan Polisi
Aksi Tawuran Remaja di Tuntang Viral di Medsos, Polres Semarang Turun Tangan Amankan Sejumlah Pemuda
Pesta Ekstasi di Karaoke Berastagi Digerebek Polisi, Dua Terduga Pengguna Diciduk Satresnarkoba Polres Tanah Karo!!
Bejat! Pria Lansia Perkosa Perempuan Disabilitas di Kamar Mandi Masjid, Warga Klaten Tangkap Pelaku
Mi Basah Berformalin 1,5 Ton per Hari Digerebek! Distributor di Boyolali Diciduk Polisi9
LPG dan Persediaan Kopi UMKM Teras Gunung Candirejo Digondol Maling, Polisi Selidiki Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:36

Dramatis! Aksi Curanmor di Solo Digagalkan Warga, Pelaku Positif Narkoba Langsung Diringkus Polisi!!

Senin, 16 Maret 2026 - 13:20

DePA-RI Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:13

Perang Sarung Berujung Pembacokan di Mranggen, Tiga Remaja Diamankan Polisi

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:05

Aksi Tawuran Remaja di Tuntang Viral di Medsos, Polres Semarang Turun Tangan Amankan Sejumlah Pemuda

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:16

Pesta Ekstasi di Karaoke Berastagi Digerebek Polisi, Dua Terduga Pengguna Diciduk Satresnarkoba Polres Tanah Karo!!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:46

Bejat! Pria Lansia Perkosa Perempuan Disabilitas di Kamar Mandi Masjid, Warga Klaten Tangkap Pelaku

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:04

Mi Basah Berformalin 1,5 Ton per Hari Digerebek! Distributor di Boyolali Diciduk Polisi9

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:05

LPG dan Persediaan Kopi UMKM Teras Gunung Candirejo Digondol Maling, Polisi Selidiki Pelaku

Berita Terbaru

error: Content is protected !!