Fenomena Gerhana Bulan Total, Atraksi Langit dengan Nilai Ilmiah Tinggi

redaksi

Senin, 8 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA/JKI – Fenomena gerhana bulan total (GBT) kembali menghiasi langit Indonesia, termasuk Jakarta, Minggu malam (7/9/2025). Peristiwa ini terjadi ketika bumi berada tepat di antara matahari dan bulan, sehingga cahaya matahari terhalang sepenuhnya oleh bumi.

Secara ilmiah, GBT berlangsung ketika bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan umbra bumi. Namun, bukannya lenyap, bulan justru tampak berwarna kemerahan. Warna ini muncul akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi yang masih menyaring sinar dengan panjang gelombang merah. Fenomena tersebut sering disebut sebagai “blood moon”.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN/BRIN) menjelaskan, gerhana bulan total memiliki nilai ilmiah penting. Selain menjadi ajang edukasi publik tentang mekanisme tata surya, gerhana juga dapat dimanfaatkan untuk penelitian atmosfer bumi, khususnya distribusi partikel debu dan polusi yang memengaruhi intensitas warna merah pada bulan.

Durasi gerhana kali ini berlangsung hampir tiga jam, dengan fase total sekitar satu jam. Di beberapa kota besar, masyarakat memanfaatkan momen langka ini dengan menggelar pengamatan bersama, baik secara langsung maupun melalui siaran daring observatorium.

Fenomena seperti ini diperkirakan baru akan terulang beberapa tahun ke depan, sehingga wajar bila setiap peristiwa gerhana total selalu menjadi sorotan warga sekaligus komunitas astronomi.[Rahma]

Loading

Berita Terkait

DePA-RI Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus
Pesta Ekstasi di Karaoke Berastagi Digerebek Polisi, Dua Terduga Pengguna Diciduk Satresnarkoba Polres Tanah Karo!!
IWO Indonesia Desak KPK Segera Tersangkakan Pihak yang Terlibat Suap Bupati Bekasi
Negara Hadir untuk Rakyat: Pangdam Diponegoro Hadiri Launching 200 Jembatan Perintis Garuda di Grobogan
Diduga Cemarkan Nama Baik Kades, Warga Galinggang Siapkan Laporan Polisi terhadap Akun Facebook “Madanyulia Jurnal Katingan!
600 Warga Desa Galinggang Surati Bupati Katingan, Desak Oknum Kades Tampelas Dipanggil dan Diberi Sanksi
Diduga Membiarkan Tambang Ilegal, Kantor DLH Jabar Dikepung Aktivis Anak Bangsa
Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Polri Kini Jaga Harga Jagung Petani

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 13:20

DePA-RI Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:16

Pesta Ekstasi di Karaoke Berastagi Digerebek Polisi, Dua Terduga Pengguna Diciduk Satresnarkoba Polres Tanah Karo!!

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:14

IWO Indonesia Desak KPK Segera Tersangkakan Pihak yang Terlibat Suap Bupati Bekasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:06

Negara Hadir untuk Rakyat: Pangdam Diponegoro Hadiri Launching 200 Jembatan Perintis Garuda di Grobogan

Jumat, 6 Maret 2026 - 01:11

Diduga Cemarkan Nama Baik Kades, Warga Galinggang Siapkan Laporan Polisi terhadap Akun Facebook “Madanyulia Jurnal Katingan!

Senin, 23 Februari 2026 - 21:57

600 Warga Desa Galinggang Surati Bupati Katingan, Desak Oknum Kades Tampelas Dipanggil dan Diberi Sanksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:51

Diduga Membiarkan Tambang Ilegal, Kantor DLH Jabar Dikepung Aktivis Anak Bangsa

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:36

Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Polri Kini Jaga Harga Jagung Petani

Berita Terbaru

error: Content is protected !!