Laporan | Witriyani
SALATIGA| JEJAKKASUSUSINDONESIANEWS.COM — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga terus memperkuat program pembinaan dengan menggelar pelatihan membatik bagi 25 warga binaan. Kegiatan yang berlangsung di aula rutan ini dijadwalkan selama lima hari sebagai bagian dari upaya peningkatan keterampilan dan kemandirian.
Pelatihan membatik tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang difokuskan pada pengembangan kemampuan produktif warga binaan. Program ini juga selaras dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam peningkatan kapasitas individu sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Rutan Salatiga menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga sebagai mitra. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pelatihan yang tidak hanya mengajarkan teknik dasar, tetapi juga menanamkan nilai seni dan kreativitas dalam membatik.
Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Salatiga, Rondi, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam proses pembinaan.
“Pelatihan ini bukan sekadar mengisi waktu, tetapi menjadi bekal keterampilan yang bernilai ekonomi. Kami berharap warga binaan dapat memanfaatkannya untuk membuka peluang usaha setelah bebas nanti,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari para peserta. Salah satu warga binaan, Ilham, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Selain menambah keterampilan, kegiatan ini membuat kami lebih semangat menjalani masa pembinaan,” ungkapnya.
Melalui program ini, Rutan Salatiga menegaskan komitmennya dalam menciptakan warga binaan yang tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal nyata untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.







