Laporan | Witriyani | Editor : M.Supadi
SALATIGA | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyambangi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026). Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu bukan sekadar seremoni, melainkan membawa pesan politik pembangunan yang tegas dan langsung menyasar generasi muda.
Didampingi Rektor UKSW Intiyas Utami, Gibran tampil sebagai pembicara utama dalam talk show bertema “Arahan Baru Pembangunan Nasional”. Di hadapan mahasiswa lintas fakultas, Gibran menekankan pentingnya peran kampus sebagai ruang kritis, bukan hanya penonton kebijakan negara.
“Pembangunan nasional tidak bisa dilepaskan dari suara mahasiswa. Kampus harus berani mengoreksi dan memberi solusi,” tegas Gibran dalam paparannya.
Tak berhenti di ruang diskusi formal, Gibran memilih turun langsung ke kantin kampus, menyapa, duduk, dan makan bersama mahasiswa. Momen ini dimanfaatkan untuk mendengar kritik, masukan, hingga keluhan mahasiswa secara terbuka, tanpa sekat protokoler yang kaku.
Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah ingin merangkul generasi muda, bukan sekadar menggurui. Di tengah sorotan publik soal arah pembangunan dan regenerasi kepemimpinan nasional, kehadiran Gibran di kampus menjadi pesan politik simbolik: mahasiswa tidak boleh apatis.
Sebagai penutup agenda, Wapres juga melakukan penanaman pohon di lingkungan UKSW, sebagai simbol komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan kepedulian lingkungan, isu yang selama ini kerap disuarakan kalangan akademisi.
Kunjungan ini menegaskan bahwa kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi arena strategis pertarungan gagasan tentang masa depan bangsa. Pemerintah datang, mahasiswa diuji: berani bicara atau hanya jadi penonton sejarah?






