RSUD dr. Achmad Diponegoro Membutuhkan Dokter Spesialis Mata

redaksi

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapuas Hulu, Kalimantan Barat /JKI  Sudah hampir delapan tahun, RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau tidak memiliki dokter spesialis mata. Kondisi ini membuat masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu kesulitan mendapatkan layanan kesehatan mata secara maksimal.

Akibatnya, pasien yang membutuhkan pengobatan atau tindakan medis mata terpaksa dirujuk ke luar daerah seperti Sintang maupun Pontianak. Hal ini tentu menambah beban masyarakat, baik dari sisi biaya, waktu, maupun tenaga.

“Jujur kami kecewa, keluarga saya ingin berobat mata di rumah sakit daerah tapi tidak bisa karena tidak ada dokternya. Terpaksa harus berangkat jauh,” ujar Dewi Sri, warga Putussibau.

Pihak RSUD melalui Paulus Miki, Kepala Bagian Tata Usaha, menjelaskan bahwa hingga kini belum ada dokter spesialis mata yang bersedia bertugas di Kapuas Hulu. “Kebanyakan dokter lebih memilih kota besar karena prospek dan penghasilan lebih menjanjikan,” jelasnya.

Paulus juga menambahkan, dokter spesialis mata tidak termasuk dalam Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) Kementerian Kesehatan RI, yang biasanya memfasilitasi penempatan tenaga dokter spesialis di daerah tertinggal dan terpencil.

Padahal, RSUD dr. Achmad Diponegoro telah memiliki ruang dan peralatan medis yang memadai untuk layanan kesehatan mata. “Kami sangat siap memberikan fasilitas berupa gaji, tunjangan, rumah dinas, hingga kendaraan dinas bagi dokter spesialis mata yang mau bertugas di sini,” tegas Paulus.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan Kapuas Hulu dapat segera mencarikan solusi agar kebutuhan mendesak ini tidak lagi menyulitkan pasien yang ingin berobat mata di daerahnya sendiri.

(Amrulah)

Berita Terkait

Terbongkar! Toko Emas Ilegal Tampung Hasil PETI Digerebek, 260 Gram Emas Disita Polisi
Alarm PWI ” Karya Jurnalistik Terancam, UU Hak Cipta Harus Direvisi
Masyarakat Adat Punan Uheng Kereho Tegas Tolak ” PT KWI Masuk Wilayah Adat
Dokumen Fiktif, Jaringan Lintas Negara Terbongkar” Diduga Libatkan Rantai Distribusi Terorganisir
Semalam Suntuk di Surabaya! BOREG SURAN Bikin Reog Menggelegar, Tradisi Lokal Naik Kelas Dunia!!
BBM Non-Subsidi Melejit! PT Pertamina (Persero) Naikkan Harga Hingga Rp9.000/Liter per 18 April 2026
Tak Main-Main! Muslimlaw & Partners Kuasai 1.036 Ha Tanah Landreform, Penggarap Tanpa Hak Terancam Ditindak Tegas
APRI Kalteng Tancap Gas: Ribuan Penambang Ilegal Dibina Menuju Legal dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:18

Terbongkar! Toko Emas Ilegal Tampung Hasil PETI Digerebek, 260 Gram Emas Disita Polisi

Minggu, 26 April 2026 - 15:03

Alarm PWI ” Karya Jurnalistik Terancam, UU Hak Cipta Harus Direvisi

Jumat, 24 April 2026 - 18:42

Masyarakat Adat Punan Uheng Kereho Tegas Tolak ” PT KWI Masuk Wilayah Adat

Rabu, 22 April 2026 - 20:47

Dokumen Fiktif, Jaringan Lintas Negara Terbongkar” Diduga Libatkan Rantai Distribusi Terorganisir

Minggu, 19 April 2026 - 15:16

Semalam Suntuk di Surabaya! BOREG SURAN Bikin Reog Menggelegar, Tradisi Lokal Naik Kelas Dunia!!

Sabtu, 18 April 2026 - 18:02

BBM Non-Subsidi Melejit! PT Pertamina (Persero) Naikkan Harga Hingga Rp9.000/Liter per 18 April 2026

Jumat, 17 April 2026 - 07:55

Tak Main-Main! Muslimlaw & Partners Kuasai 1.036 Ha Tanah Landreform, Penggarap Tanpa Hak Terancam Ditindak Tegas

Jumat, 10 April 2026 - 22:09

APRI Kalteng Tancap Gas: Ribuan Penambang Ilegal Dibina Menuju Legal dan Berkelanjutan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!