Nelayan Pinggiran Lhok Suak Indrapuri Geram dengan Aktivitas Boat Pukat Tarek yang terlalu dekat wilayah tangkapan Nelayan pinggiran 

redaksi

Rabu, 19 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Barat- Para nelayan pinggiran di Lhok Suak Indrapuri mengungkapkan kekecewaan dan kemarahan mereka terhadap aktivitas boat pukat tarek yang beroperasi terlalu dekat ke wilayah tangkapan mereka. Menurut para nelayan tradisional, keberadaan boat pukat tarek ini bukan hanya mengancam mata pencaharian mereka, tetapi juga merusak alat tangkap mereka, termasuk jaring-jaring ikan kecil yang ikut tertarik oleh jaring besar milik boat pukat tarek(19/3/2025)

Seorang tokoh Nelayan Desa Lhok Suak Indrapuri sekaligus Masyarakat setempat, menyatakan bahwa laut merupakan sumber penghidupan bersama, dan seharusnya boat pukat tarek tidak beroperasi terlalu dekat ke perairan pinggiran yang menjadi tempat mencari nafkah bagi nelayan kecil. “Laut ini luas, kenapa harus sampai ke pinggir? Ini wilayah kami mencari rezeki,’ ujarnya.

Para nelayan mendesak Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat serta pejabat pemerintah terkait untuk segera mencari solusi  Terkait permasalahan ini agar tidak berlarut-larut. Mereka berharap ada aturan tegas yang mengatur zona penangkapan ikan sehingga nelayan kecil tetap bisa bekerja tanpa gangguan dari kapal-kapal besar yang menggunakan pukat tarek.


Tokoh Nelayan, juga menambahkan jika Panglima Laot kabupaten Aceh Barat dan pemerintah terkait  tidak kunjung ada solusinya mengenai permasalahan yang di alami Nelayan Lhok Suak Indrapuri. “Jangan salahkan kami para nelayan Lhok Suak Indrapuri mengambil sikap tegas terhadap Mereka nelayan boat pukat Tarek”, ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang belum memberikan tanggapan resmi terkait permasalahan ini. Namun, para nelayan berharap ada langkah konkret untuk menyelesaikan konflik ini demi keberlangsungan hidup mereka dan kelestarian ekosistem laut’, tutup Nya.




# Bupati Aceh Barat
# DPRK Aceh Barat
# Kasat Pol Airud Polres Aceh Barat
# Kepala KPLP/ Syahbandar Meulaboh
# Panglima Laot kabupaten Aceh Barat
# Pj. Panglima Laot Lhok Suak

(Akbar/Red)

Loading

Berita Terkait

IWO Indonesia Desak KPK Segera Tersangkakan Pihak yang Terlibat Suap Bupati Bekasi
Negara Hadir untuk Rakyat: Pangdam Diponegoro Hadiri Launching 200 Jembatan Perintis Garuda di Grobogan
Diduga Cemarkan Nama Baik Kades, Warga Galinggang Siapkan Laporan Polisi terhadap Akun Facebook “Madanyulia Jurnal Katingan!
600 Warga Desa Galinggang Surati Bupati Katingan, Desak Oknum Kades Tampelas Dipanggil dan Diberi Sanksi
Diduga Membiarkan Tambang Ilegal, Kantor DLH Jabar Dikepung Aktivis Anak Bangsa
Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Polri Kini Jaga Harga Jagung Petani
Dalih Terhipnotis, Menantu Diduga Gelapkan Rp60 Juta Uang Mertua
Ziarah Sunyi PWI Jateng Jelang HPN 2026: Pak Haryono KO Ditinggalkan, Integritas Ditinggikan

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:14

IWO Indonesia Desak KPK Segera Tersangkakan Pihak yang Terlibat Suap Bupati Bekasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:06

Negara Hadir untuk Rakyat: Pangdam Diponegoro Hadiri Launching 200 Jembatan Perintis Garuda di Grobogan

Jumat, 6 Maret 2026 - 01:11

Diduga Cemarkan Nama Baik Kades, Warga Galinggang Siapkan Laporan Polisi terhadap Akun Facebook “Madanyulia Jurnal Katingan!

Senin, 23 Februari 2026 - 21:57

600 Warga Desa Galinggang Surati Bupati Katingan, Desak Oknum Kades Tampelas Dipanggil dan Diberi Sanksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:51

Diduga Membiarkan Tambang Ilegal, Kantor DLH Jabar Dikepung Aktivis Anak Bangsa

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:36

Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Polri Kini Jaga Harga Jagung Petani

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:55

Dalih Terhipnotis, Menantu Diduga Gelapkan Rp60 Juta Uang Mertua

Senin, 2 Februari 2026 - 14:55

Ziarah Sunyi PWI Jateng Jelang HPN 2026: Pak Haryono KO Ditinggalkan, Integritas Ditinggikan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!