Laporan : Witriyani
SALATIGA | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Upaya pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban terus diperkuat. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga mengambil langkah strategis dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Salatiga sebagai mitra sinergis dalam penanganan kondisi darurat.
Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, secara langsung melakukan kunjungan koordinasi ke kantor BPBD dan Damkar Kota Salatiga. Langkah ini menegaskan komitmen Rutan Salatiga untuk tidak bersikap reaktif, tetapi proaktif dan preventif dalam menghadapi potensi bencana alam, kebakaran, hingga situasi darurat lain yang dapat berdampak pada keamanan rutan.
“Rutan merupakan objek vital dengan tingkat risiko tinggi. Karena itu, sinergi lintas sektor mutlak diperlukan agar respons penanganan darurat dapat dilakukan cepat, tepat, dan terukur,” tegas Anton.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara mendalam sejumlah skema kerja sama, mulai dari penanganan kebakaran, evakuasi darurat, hingga simulasi bencana yang akan melibatkan personel rutan bersama BPBD dan Damkar. Koordinasi ini dinilai krusial mengingat kompleksitas kondisi rutan yang menuntut standar keselamatan ekstra.
Pihak BPBD dan Damkar Kota Salatiga menyambut baik langkah yang dilakukan Rutan Salatiga. Mereka menilai kolaborasi ini sebagai contoh konkret keseriusan lembaga pemasyarakatan dalam membangun sistem mitigasi risiko yang terintegrasi, bukan sekadar formalitas administratif.
Sinergi ini juga sejalan dengan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memperkuat sistem pengamanan dan keselamatan di lingkungan rutan dan lapas, terutama menghadapi ancaman bencana yang kian tak terduga.
Dengan terbangunnya kolaborasi lintas instansi ini, Rutan Salatiga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman, siaga, dan berdaya tanggap, sekaligus menjadi contoh praktik baik bagi rutan dan lapas lainnya di Jawa Tengah.
Jejakkasusindonesianews.com akan terus mengawal sejauh mana sinergi ini direalisasikan secara konkret, bukan berhenti pada seremoni semata.(..)
![]()







