Laporan | Witriyani
BOYOLALI | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Upaya memperkuat peran masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial terus digencarkan di Kabupaten Boyolali. Salah satunya melalui kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat sipil dalam penyelesaian konflik sosial yang digelar di Kantor Kesbangpol, Kecamatan Mojosongo, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga 12.00 WIB tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Hadir sebagai narasumber anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Antonius Yogo Prabowo dan Tugiman B. Semita, serta jajaran Badan Kesbangpol Boyolali.
Ketua Pokja Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Boyolali, Puspito Aris Gunawan, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mencegah potensi konflik sejak dini.
“Pengawasan terhadap potensi gangguan di lingkungan, termasuk peredaran obat terlarang, harus ditingkatkan. Penanganan konflik juga harus dilakukan secara humanis dan edukatif,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat sipil memiliki peran strategis dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, terutama dengan menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda.
Sementara itu, Tugiman B. Semita menyoroti bahwa potensi konflik sosial masih kerap muncul di tengah keberagaman masyarakat.
“Perbedaan kelompok dan keyakinan adalah hal yang wajar. Di sinilah pentingnya komunikasi serta peran FKUB dalam menjaga toleransi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik tidak hanya dipicu oleh perbedaan sosial, tetapi juga faktor ekonomi seperti pengangguran dan kesenjangan.
“Masalah ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam juga bisa memicu konflik. Karena itu, perlu upaya bersama untuk meredam potensi tersebut,” tambahnya.
Kegiatan ini diisi dengan diskusi panel bertema konflik interpersonal dalam komunikasi serta peran masyarakat dalam penanganan konflik sosial, yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mendeteksi serta menyelesaikan konflik sosial semakin meningkat, sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Boyolali tetap kondusif.







