Laporan | Adi Winarko | Editor : M. Supadi
Semarang | jejakkasusindonesianews.com-Kegiatan Halal Bihalal RESISTA yang digelar di Rumah Resista, Jl. Plewan 2, Semarang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Rabu (15 April 2026). Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus reuni para terapis senior yang telah lama tidak bertemu, berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga selesai pukul 15.00 WIB.
Cikgu Gondo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momentum mempererat hubungan antar terapis yang telah lama berkiprah di dunia terapi di Semarang.
“Ini adalah ajang silaturahmi dan reuni para terapis awal, terutama yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Alhamdulillah hari ini bisa berkumpul kembali,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadzah Inung Nurhayati yang menekankan pentingnya rasa syukur dalam menjalani profesi sebagai terapis. Ia mengingatkan bahwa banyak atau sedikitnya pasien harus tetap disyukuri sebagai bagian dari ketentuan Allah SWT.
“Kita harus selalu bersyukur dalam kondisi apapun, karena itu bagian dari ujian dan nikmat dari Allah,” tuturnya.
Dalam tausiyah tersebut juga disampaikan nasihat tentang keharmonisan rumah tangga dengan mengutip firman Allah SWT:
“Yā ayyuhallażīna āmanū qu anfusakum wa ahlīkum nārā”
yang berarti: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6).
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pelatihan singkat mengenai metode terbaru Totok Punggung yang diperkenalkan langsung oleh Cikgu Gondo. Metode ini berfokus pada teknik membuka jalur otot dengan tekanan sangat halus untuk membantu merilis gangguan organ tubuh, kemudian ditutup kembali dengan teknik serupa.
Namun demikian, metode tersebut belum diajarkan secara umum kepada semua kalangan. Cikgu Gondo menegaskan bahwa teknik ini memerlukan pembelajaran khusus agar hasil yang diperoleh maksimal dan tidak menimbulkan kesalahan praktik.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 42 peserta ini diisi dengan berbagai rangkaian acara mulai dari pembukaan, doa, tausiyah, pelatihan, hingga ramah tamah.
Suasana kebersamaan dan semangat berbagi ilmu menjadi ciri khas dalam kegiatan ini, sekaligus memperkuat jaringan antar terapis di Kota Semarang.(..)








