Laporan | Lilis Setyadi
KENDAL | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Tenaga kerja asal Jawa Tengah semakin menunjukkan kualitasnya di level internasional. Dengan keterampilan yang terus berkembang dan kemampuan adaptasi tinggi, pekerja lokal kini mampu memenuhi standar perusahaan global sekaligus mendorong kinerja industri berorientasi ekspor.
Hal ini tercermin di PT Borine Technology Indonesia yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal. Ribuan tenaga kerja lokal di perusahaan tersebut dinilai telah mencapai standar kerja internasional.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa SDM Jawa Tengah memiliki daya saing global. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau langsung aktivitas produksi, Rabu (6/5/2026).
“Selama kita punya kemauan untuk bekerja, khususnya di Jawa Tengah, kita mampu bersaing dengan negara lain,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Luthfi didampingi Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari. Keduanya berdialog dengan manajemen sekaligus meninjau proses produksi.
General Manager PT Borine Technology Indonesia, Jankey Ren, mengungkapkan sekitar 4.000 karyawan lokal kini memiliki produktivitas setara tenaga kerja asal China setelah menjalani pelatihan dan pengalaman kerja selama tiga tahun.
Produk yang dihasilkan tak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga diekspor ke berbagai negara,menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap kualitas tenaga kerja lokal.
Luthfi menyebut kualitas SDM menjadi kunci masuknya investasi. Kehadiran Borine bahkan memicu efek domino dengan masuknya enam perusahaan pemasok ke Kendal.
Pada tahap pertama, investasi mencapai USD 700 juta (sekitar Rp11 triliun). Sementara fase kedua diproyeksikan meningkat hingga USD 1,4 miliar atau sekitar Rp22 triliun.
“Besarnya investasi ini menunjukkan Jawa Tengah adalah daerah yang aman, stabil, dan kompetitif bagi investor global,” ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 tercatat 5,89 persen, sementara Kabupaten Kendal menembus sekitar 9 persen.
Pemprov Jateng berkomitmen terus mendorong investasi, baik padat karya maupun padat modal, serta memperkuat infrastruktur pendukung.
Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan Pelindo dan Kementerian Perhubungan, termasuk optimalisasi pelabuhan di Kendal dan Batang serta revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas.
Langkah strategis tersebut diyakini akan semakin mengokohkan posisi Jawa Tengah sebagai magnet baru investasi global.







