Laporan | Basuki
KENDAL|Jejakkasusindonesianews.com — Komitmen menjaga keamanan publik kembali ditunjukkan jajaran Polsek Kaliwungu. Dalam perhelatan Festival Syawalan 1447 H / 2026, aparat kepolisian turun langsung melakukan pengamanan ketat di kawasan Alun-alun Kaliwungu (RTH) hingga titik-titik rawan kemacetan, Rabu (01/4/2026).
Pengamanan dimulai sejak pukul 16.30 WIB, menyusul potensi lonjakan pengunjung yang datang silih berganti memadati lokasi. Sedikitnya ratusan warga—diperkirakan mencapai 500 orang—hadir meramaikan tradisi tahunan yang menjadi ikon masyarakat Kaliwungu tersebut.
Tidak hanya fokus di pusat kegiatan, aparat juga memplot personel di Pertigaan Pasar Sore Kaliwungu—titik krusial yang rawan kepadatan arus lalu lintas. Langkah ini dinilai strategis untuk mencegah kemacetan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di jalur utama.
Kapolsek Kaliwungu, AKP Nindya Putra W.N., S.Si, M.Si., menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal tanpa kompromi.
“Kami tidak ingin ada celah gangguan sekecil apa pun. Seluruh personel kami siagakan di titik rawan, baik di pusat keramaian maupun simpul jalan. Prioritas kami jelas: masyarakat harus merasa aman dan nyaman,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa situasi selama festival berlangsung tetap terkendali. Tidak ditemukan gangguan kamtibmas yang menonjol, meski aktivitas masyarakat meningkat signifikan.
Dengan pengamanan yang terukur dan respons cepat di lapangan, Festival Syawalan Kaliwungu 2026 berhasil berlangsung aman, tertib, dan kondusif—membuktikan kesiapan aparat dalam mengawal setiap denyut kegiatan masyarakat.







