Laporan |Witriyani
Kabupaten Semarang |Jejakkasusindonesianews.com – Penanganan serius dilakukan jajaran Polres Semarang bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jawa Tengah pasca kecelakaan beruntun yang melibatkan 10 kendaraan di kawasan Bawen.
Insiden yang terjadi pada Selasa malam, 3 Maret 2026 sekitar pukul 18.30 WIB itu melibatkan 1 truk box bermuatan paket, 1 mobil pribadi, dan 8 sepeda motor yang tengah berhenti di lampu lalu lintas. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu gagal fungsi pengereman pada truk box.
Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, STK, SIK, CPHR, dalam keterangannya di Mapolres Semarang, Kamis (5/3/2026) pagi, membenarkan bahwa olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan sehari sebelumnya.
“Benar, kami telah melaksanakan olah TKP bersama tim TAA Ditlantas Polda Jateng untuk menganalisis secara komprehensif kejadian laka beruntun tersebut,” tegasnya.
TAA Bongkar Detik-Detik Benturan
Penggunaan teknologi TAA bukan sekadar formalitas. Metode ini digunakan untuk merekonstruksi peristiwa secara ilmiah dan terukur, mulai dari sebelum benturan terjadi, saat tabrakan berlangsung, hingga dampak pascakejadian.
Analisis mendalam ini diharapkan mampu mengungkap secara objektif:
Kecepatan kendaraan saat kejadian
Titik awal benturan
Jarak pengereman
Faktor teknis kendaraan, termasuk dugaan rem blong
Selain olah TKP berbasis teknologi, penyidik juga akan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi serta meminta keterangan ahli guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
8 Korban Luka, 6 Dirawat Inap
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun delapan orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RS At-Tin Bawen untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari total korban:
6 orang menjalani perawatan inap
2 orang menjalani rawat jalan
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras pentingnya pengecekan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, terlebih bagi kendaraan angkutan barang bermuatan.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan. Hasil analisis TAA akan menjadi dasar utama dalam menentukan unsur kelalaian maupun potensi pelanggaran hukum dalam kasus ini.






