Laporan | Angger S
NUSAKAMBANGAN | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Negara kembali menegaskan kehadirannya dalam memutus mata rantai terorisme. Delapan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme secara terbuka mengucapkan ikrar dan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam upacara khidmat yang digelar di Lapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program pembinaan dan deradikalisasi ini turut diikuti Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Nusakambangan sebagai wujud sinergi aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan dalam mengembalikan eks napiter ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Upacara dimulai pukul 09.00 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan laporan kegiatan oleh pemimpin upacara. Momen paling sakral terjadi saat delapan napiter dengan lantang membacakan ikrar setia NKRI, menandatangani pernyataan ikrar, memberikan penghormatan, serta mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol pelepasan ideologi radikal yang pernah dianut.
Pembacaan Pancasila oleh Inspektur Upacara diikuti penuh kesadaran oleh seluruh WBP napiter, menandai komitmen baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Prosesi penandatanganan saksi melibatkan lintas institusi strategis, yakni perwakilan Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Nusakambangan, Densus 88 Antiteror Polri, rohaniawan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Kodim 0703 Cilacap, Polsek Nusakambangan, Lanal Cilacap, serta Kejaksaan Negeri Cilacap. Seluruh proses disahkan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan amanat Kepala Lapas, yel-yel penuh semangat “NKRI Harga Mati”, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, doa bersama, dan foto bersama.
Seluruh prosesi berlangsung tertib, aman, dan penuh khidmat. Ikrar ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan bahwa pembinaan negara mampu menyentuh kesadaran ideologis, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa radikalisme bisa dilawan dengan pendekatan hukum, kemanusiaan, dan kebangsaan.
NKRI tidak pernah menyerah. Nusakambangan kembali mencatat sejarah.






